Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Posts Tagged masjid

Raih Kebahagiaan dengan Mengenal Kadar Diri

Raih Kebahagiaan dengan Mengenal Kadar Diri

MASJIDANNUUR.com| Salah satu hikmah adanya majelis taklim adalah untuk menstabilkan hidup, ada peredam atas berkecamuknya berbagai persoalan dunia. Kehadiran para jamaah berada di masjid untuk mengikuti taklim, merupakan kehendak Allah untuk mempertemukan para jamaah.

Dalam pengajian pekanan di Masjid An-Nuur Ustadz H. Syihabudin Umar menerangkan bahwa Imam Bukhori menyebutkan bahwa jiwa-jiwa itu seperti tentara yang dipersenjatai jika saling kenal maka akrab dan tidak saling kenal akan menjauh.

Pertemuan beberapa pemuda di gua dalam ashabul kahfi, para pemuda yang lari dari kekejaman raja Romawi. Pertemuan para pemuda itu, Allah menjelaskan bahwa karena mereka sebab iman berkumpul dalam sebuah gua. Mereka saling beriman, karena iman mereka akan diberikan petunjuk. “Sandi yang paling kuat yang dapat mempertemukan seseorang adalah sandi keimanan,” katanya.

Sebuah kisah Umar bin Abdul Aziz, khalifah yang berhasil mempertemukan antara kesalehan dan kesejahteraan. Ini bentuk potret masyarakat di masa khalifah Umar bin Abdul Aziz. Suatu hari, Umar mendengar putranya membeli cincin perak dengan jumlah banyak. Karena seorang ayah dan khalifah, dia tidak setuju dengan tindakannya.

Akhirnya ia menulis surat kepada anaknya, agar cincin perak dijual kembali dan hanya boleh membeli satu cincin satu perak. Itupun dengan satu syarat yaitu di atas cincin itu ditulis kata-kata; ‘Semoga Allah selalu merahmati seseorang yang pintar mengenal keadaan dirinya’.

Maksudnya dengan adanya tulisan itu, sebagai pengingat bahwa Allah akan merahmati seseorang yang kenal dirinya. Mengenal kadar diri itu mengenal lapisan kepribadian kita. Banyak ulama yang bicara bahwa apabila seseorang ingin sukses dalam masyarakat dan ingin mendapat penerimaan yang besar apabila memiliki dua syarat; pandai mengenal kadar diri dan mengenal kadar diri orang lain.

Dalam diri manusia ada sifat yang berlapis-lapis, jika orang mengenal kadar dirinya akan sukses bergaul dengan orang lain. ia akan bisa beradaptasi dengan orang lain dan mudah menempatkan dirinya di sebuah komunitas atau masyarakat.

Dalam paparannya, ustadz menyebutkan ada empat tipikal seseorang menurut Imam Al Ghazali, yaitu orang yang tahu dirinya dan ia mengerti orang lain seperti itu. Sebagaimana dilakukan oleh Nabi Yusuf yang tersebut dalam QS. Yusuf 55. “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”

Tipikal kedua adalah orang yang diantara kita yang punya potensi tapi tidak tahu kadar dirinya. Orang yang seperti ini tertidur harus dibangunkan. Tipikal ketiga, orang diatara kita yang tidak tahu, tapi mengerti keadaan dirinya tidak tahu. Orang seperti ini perlu bimbingan.

Tipikal keempat ada orang yang tidak tahu, tapi dia tidak mengerti orangnya seperti itu. Maka orang seperti ini harus dijauhi. Orang seperti ini selalu merasa benar atas ketidaktahuannya.

Mengenal kadar diri ini sudah dicontohkan oleh nabi Muhammad. Ketika beliau mengenal sahabat-sahabatnya. Seperti yang beliau ucapkan, umatku yang paling lembut Abu Bakar, umatku yang paling tegas Umar bin Khatab, umatku yang paling malu adalah Usman bin Affan, umatku yang menentukan halal haram Ali bin Abi Thalib, umatku yang paling cerdas Ubaid bin Kaab.

Artinya, nabi Muhammad itu mengenal dengan detail kadar diri sahabat-sahabatnya. Sehingga ketika bertemu maka beliau pintar menempatkan dirinya di hadapan para sahabat. Dan ini menjadi modal membangun peradaban Islam saat itu. [NK]

 

ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID