Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Posts Tagged idul adha

Meneladani Keimanan Nabi Ibrahim

MASJIDANNUUR| Jakarta–Jumat penuh berkah, umat Islam seluruh dunia bertakbir, memuji kebesaran Allah. Kemenangan, pengorbanan, merasa dekat dengan Allah dan tunduk dalam irodah dan qudroh-Nya. Tidak ada yang sia-sia Allah menciptakan makhluknya di muka bumi ini, semua dalam irodah dan qudroh-Nya.

Jamaah shalat Idul Adha berbondong-bondong memadati Masjid An-Nuur dan jalanan di kawasan perumahan Permata Timur Kalimalang. Mereka datang dari lingkungan sekitar untuk mendengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan Ustadz H. Doddy Al Jambary pada Jumat 1 September 2017. Bertindak sebagai imam shalat Idul Adha adalah Ustadz Lukman.

Idul Adha tahun ini, Masjid An-Nuur menerima hewan kurban dan membagikanya ke masyarakat. Tahun 2017 ini, Masjid An-Nuur menerima hewan kurban sebanyak 6 sapi dan 10 kambing. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 September 2017.

Sementara itu dalam khutbah Idul Adha, Ustadz Doddy menyampaikan bahwa berkurban memiliki makna mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Pencipta. Kedekatan makhluk kepada Allah ini bisa dilihat dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.

Saat usia sekitar 15 tahun, Nabi Ibrahim sudah dekat dengan Allah. Begitu juga ketika Nabi Muhammad masih muda sudah dekat dengan Allah. Keduanya hidup di lingkungan yang membenci mereka. Tidak kondusif untuk mempertahankan keimanan saat itu.

Rasulullah saat tinggal di Mekah dihadapkan dengan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan kaun Quraish, begitu juga Nabi Ibrahim saat harus menghancurkan berhala raja Namrud dan ayahnya. Keduanya meninggalkan duniawi dan memilih dekat dengan Allah.

Nabi Ibrahim harus menghadapi ayahnya dan sang raja, dialah satu-satunya nabi yang ditelanjangi oleh kaumnya lalu dibakar. Namun Allah memberikan kekuatan sehingga Ibrahim merasa kedinginan meski dalam api yang membara selama 40 hari. Setelah itu, banyak kaumnya yang mengikuti ajaran Ibrahim.

Setelah selamat dari kobaran api, Nabi Ibrahim justru mendapatkan hadiah dari Allah yaitu sebagai bapaknya para nabi, karena dari Ibrahim bersama Siti Sarah dan Siti Hajar lahir keturunan Ismail dan Ishak yang nantinya muncul Nabi Musa dari garis keturunan Nabi Ishak dan Nabi Muhammad dari keturunan Nabi Ismail.

Menyikapi pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ini, kita harus meneladani keduanya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Hewan kurban yang dikorbankan harus menghapus sifat kebinatangan pada diri manusia dan menjadi lebih taat kepada Allah.

Kecintaan kepada dunia harus dijauhkan dan lebih mengutamakan kepentingan akhirat. Menjadi muslim saja tidak cukup, tapi harus ada upaya untuk menjadi mukmin di hadapan Allah. Karena itu diperlukan pengorbanan untuk menjadi mukmin yang baik.

“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24).

 

 

ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID