Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Menjadi Manusia Ramadhan di Luar Ramadhan

Menjadi Manusia Ramadhan di Luar Ramadhan

Oleh : Emil Azman Sulthani (Bagian Peribadatan Masjid An-Nuur)

ANNUUR| Ramadhan 1439 H telah pergi dan berlalu. Apakah ada kesan dan pesan yang telah diambil oleh umat Islam terhadap tarbiyah Ramadhan ini? Kalau ya, bersyukur kita kepada Allah SWT, karena kita telah merespom Ramadhan secara baik dan cerdas, kalau tidak, berarti kita menjadi orang yang merugi, karena Ramadhan baru akan ada kembali setahun lagi.

Para ulama mengatakan bahwa berhasil atau tidaknya nilai-nilai Ramadhan ini bagi para shaaimin dan shaaimat adalah terlihat sesudah Ramadhan. Apakah ada bekas amalan Ramadhan yang masih dikerjakan di luar Ramadhan. Seperti keshalihan sosial, kejujuran, rasa empati, menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, berlomba-lomba dalam kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan lain sebagainya. Jiwa

“… dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali …” demikian penggalan firman Allah SWT dalam QS An Nahl(16): 92. Allah SWT telah mensinyalir bahwa kebanyakan kita kaum Muslimin setelah berpuasa,   biasanya perilaku mereka akan kembali lagi seperti sebelum Ramadhan.

Tidak salah jika para ulama yang mengatakan bahwa berhasil tidaknya ibadah seseorang terlihat dari akhirnya atau sesudah ibadah tersebut berlangsung. Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi setelah puasa tidak terlihat dampak puasa mereka terhadap perilaku mereka yang telah mereka lakukan selama Ramadhan. Jadi tidak terlihat outcomenya yaitu dampak atau manfaat dari output dari puasa tersebut.

Dalam kitab Targhib wa Tarhib kumpulan hadits-hadits tentang puasa karya Ibnu Hajar Atsqalani, ada beberapa tip dan trik untuk mempertahankan nilai-nilai Ramadhan di luar Ramadhan.  Pertama, mewaspadai terhadap godaan syetan yang lebih besar lagi di luar Ramadhan. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW para syetan dibelenggu  selama Ramadhan, pintu-pintu syurga dibuka selebar-lebarnya dan pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Karena diri kita waktu Ramadhan dibentengi oleh puasa yang sedang kita lakukan. Kalau sudah tidak berpuasa lagi, akankah benteng ini masih ada? Kita sendirilah yang harus menjaganya secara istiqamah.

Kedua, meneruskan amalan ibadah selama Ramadhan di luar Ramadhan.  Seperti puasa-puasa  sunah, Senin Kamis, puasa Ayamul Bidh tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan hijriyah, puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan, puasa nabi Daud sehari berpuasa sehari berbuka serta puasa-puasa sunah lainnya hari Arafah 9 Dzulhijjah, Asyura 10 Muharam dan lain sebagainya. Tilawatil Quran dengan program tahsin, tajwid dan tahfizh sampai kepada tafsir, tadabbur ayat-ayat Allah dan mengamalkannya. Bersedeqah berupa zakat, infaq, sadaqah dan waqah (ziswaf). Ta’lim dan halaqah ilmu yang intens selama Ramadhan hendaknya dilanjutkan. Begitu pula dengan shalat-shalat sunahnya seperti Rawatib dan shalat sunnah lainnya. Amalan-amalan ini seharusnya dilakukan secara mudawwamah, ajeg terus menerus serta istiqamah dari waktu ke waktu.

Ketiga jangan hanya menjadi hamba Ramadhan , tetapi jadilah hamba Allah. Artinya sama perbuatan amalnya baik di Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Kalau hanya menjadi hamba Ramadhan alangkah ruginya kita karena ada sebelas bulan lagi di luar Ramadhan. Malahan para ulama salaf sudah memulai amalan-amalan yang berkaitan dengan Ramadhan, sebelas bulan sebelum Ramadhan. Inilah orang-orang yang cerdas di mata Allah SWT.

Keempat selalu berdoa  semoga sebelas bulan ke depan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun mendatang. Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk menjadi umat yang solutif. Menjadi umat Ramadhan di luar Ramadhan. Bermohon dan berdoa kita kepada Allah SWT supaya kita orang-orang yang beriman dan bertaqwa ini, secara cerdas dan bersemangat spiritual untuk dapat melanjut kan amalan Ramadhan di luar Ramadhan.  Dengan tetap berdoa, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW “Ya  Tuhan yang memiliki hati kami, tetapkanlah hati kami atas agamaMu dan selalu taat kepadaMu. Aamiin yaa mujiibas saailiin. Selamat Hari Raya Idul Fithri 1 Syawal 1439 H, semoga puasa dan seluruh amal kita diterima Allah SWT. Wallaahu a‘lam bishshawaab.[]

 

Tinggalkan Balasan


ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID