Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Mengenal Sirah Nabawi Tingkatkan Keimanan

Mengenal Sirah Nabawi Tingkatkan Keimanan

MASJIDANNUUR| Mengenal sejarah Nabi Muhammad SAW akan semakin menambah keimanan kita. Kecintaan kita kepada Rasulullah sebagai utusan Tuhan semakin meningkatkan amal kita dalam mengerjakan ibadah sunnah.

Pengajian yang disampaikan oleh Ustadz H. Kirman Wibowo di Masjid An-Nuur pada Ahad, 21 Januari 2018 mengambil tema Meneladani Rasulullah dengan cara mengenal lebih dekat lagi.

“Mengenal rahasia kerasulan Nabi Muhammad dengan maksud lebih meyakinkan kita menjalankan sunnahnya, tujuannya agar di akhirat nanti  Nabi memberikan syafaat kepada kita,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Kirman, ada empat hal tahapan mengenal Rasulullah, yaitu masa pra penciptaan Muhammad, masa pra kelahiran Muhammad, masa kelahiran Muhammad dan masa pra Kenabian.

Pra penciptaan Nabi Muhammad,bahwa dalam surah al-A’raf : 143, “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

Ada umat yang bisa memberi dan menerima syafaat, umat itu bisa menebus dosanya melalui sholat, umat terjaga dari kesesatan, umat itu bersuci diri dengan debu dan air, umat itu niat baik sudah dapat pahala kebaikan satu. Umat itu bisa menerima dan memberi sodakoh dan 70.000 masuk surga tanpa hisab.

Nabi Musa saat itu meminta agar umat yag 70 ribu itu adalah umat dari Nabi Musa, tapi Allah mengatakan bahwa itu untuk umat Nabi Muhammad. Ini pra penciptaan, Allah telah tunjukan kepada Musa atas sosok Rasul-Nya.

Kedua, pra kelahiran, dalam surah Al-Imran: 81, Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

Allah telah menceritakan kepada para nabi bahwa akan datang seorang rasul dan para nabi mengimaminya. Padahal Nabi Muhammad saat itu belum lahir.

Ketiga, saat kelahiran Nabi Muhammad. Lahir pada senin Rabiul awal musim bunga. Hari hijrah, menerima wahyu perdana, dan wafatnya pun hari Senin.

Keempat pra kenabian, sebelum jadi nabi, Allah jadikan nabi sebagai anak yatim tapi dilindungi Allah. Yatim, miskin, ragu tapi semua itu dilindungi Allah. Bahkan dada muhammad dibersihkan dari sifat kehewanan.

Kelima, masa kenabian. Diusia 40 tahun Rasulullah mendapatkan surat perintah dari Allah untuk dididik di Gua Hira. Datanglah wahyu bahwa dia sebagai utusan Allah. Kerasulan Muhammad untuk seluruh umat. Usia 50 tahun, pamannya yang mengasuhnya wafat. Umur 51 tahun istri khadijah meninggal, lalu Allah hibur dengan dipanggil menjalani Isra Miraj. Usia ke-52 hijrah ke Madinah dan disambut oleh Anshor. Usia 63 tahun, Nabi Muhammad dipanggil Allah.

“Mengenal Rasulullah mendorong kita untuk lebih yakin dan membiasakan diri secara istiqomah mengerjakan sunnahnya. Mari yang masih mampu puasa sunnah, shalat sunnah, dan lain sebagainya untuk lebih ditingkatkan lagi. Sangat indah sunnah rasul untuk dikerjakan,” tuturnya.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan