Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Berita

Shalat Cegah Keji dan Munkar

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Bulan Rajab 1437 H telah tiba. Banyak peristiwa sejarah yang terjadi pada bulan ini, salah satunya ketika Allah SWT meng-israk-kan atau memperjalankan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha setelah itu me-mi’raj-kan beliau ke Shidratul Muntaha, yang kita kenal dengan peristiwa israk dan mi’raj.

Pada waktu inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat fardhu lima waktu yang kita laksanakan sampai sekarang ini. Saking pentingnya shalat ini, sampai Rasulullah mengatakan dalam salah satu hadits beliau bahwa: “Shalat itu merupakan mi’rajnya kaum Muslimin”. Berikutnya dikatakan lagi bahwa: “Amal yang pertama diperiksa pada hari akhir nanti adalah shalat, kalau baik shalatnya maka baik pulalah amal selanjutnya”.  Selanjutnya, “Sesungguhnya pembeda antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. demikian kata Nabi.

Allah SWT berfirman dalam QS Al ‘Ankabuut(29): 45, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  Kita lihat satu persatu pengertian firman Allah ini. Secara umum dalam menjalankan agama Islam ini,  Allah SWT menyuruh kita sekalian untuk tilawah atau membaca Al Quran, karena di sana terdapat lafazh-lafazh shalat. Diharapkan dengan membaca Al Quran kita dapat memahami dan mengerti tata cara shalat yang akan dikerjakan. Sehingga shalat kita ini bermakna dan berkualitas sesuai dengan perintah Allah untuk mendirikan shalat.

Berikutnya dalam ayat ini disebutkan perintah shalat secara khusus, padahal perintah shalat masuk dalam keumuman perintah tilawatul kitab. Ini tidak lain dan tidak bukan karena shalat memiliki banyak keutamaan diantaranya mencegah dari perbuatankeji dan mungkar. Pengertian perbuatan keji ialah seluruh dosa besar dan sangat buruk, namun jiwa terpancing untuk melakukannya. Sementara Al Munkar adalah setiap maksiat yang diingkari oleh akal dan fithrah manusia. Bila seorang hamba mengerjakan shalat secara sempurna serta khusyu’, maka itu dapat menerangi dan membersihkan hatinya menambah keimanannya dan menambah keinginan untuk berbuat baik.

Lalu Allah perintahkan untuk berdzikir. Dzikir dalam shalat mencakup dzikir hati, lisan dan badan. “Sesungguhnya Allah menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepadaNya” (QS Adzdzaariyaat(51): 56). Dan ibadah yang paling afdhal yang dilakukan manusia adalah shalat. Di dalam shalat terdapat ibadah dengan menggunakan seluruh tubuh, yang tidak terdapat pada ibadah lainnya. Oleh karena itu Allah mengatakan, “Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)”. “Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”, Pekerjaan yang baik maupun yang buruk akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang sesuai”.

Pertanyaan yang paling umum dan mendasar di kalangan kaum Muslimin, betapa banyak umat Islam yang telah melakukan shalat, tetapi mengapa masih melakukan perbuatan keji dan mungkar, alias STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan)?. Berarti ada yang salah dalam shalat mereka itu. Syeikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi hafizhahullaah, seorang ulama dan pakar fiqih, mengatakan bahwa:  sekurang-kurangnya ada empat hal yang harus dilakukan supaya shalat mempunyai cahaya energi yang kuat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Pertama ikhlas dalam shalat, kedua menjaga kebersihan hati dalam shalat karena hanya takut kepada Allah, ketiga melaksanakan shalat sesuai rukun dan syaratnya, waktu dan tempatnya serta berjamaah, dan keempat hendaknya shalat dilakukan dengan khusyu’.

Ikhlas menyangkut niat shalat. Shalat hanya ditegakkan karena Allah atau lillaahi ta’alaa.  Kalau shalat dilakukan karena yang lain atau selain Allah sudah dapat dipastikan akan tergantung dari kepada siapa shalat itu ditujukan.

Shalat harus dilaksanakan dengan hati dan pikiran yang bersih. Karena dengan hati dan pikiran yang bersihlah shalat itu dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran yang penuh sebagai perintah Allah kepada hambanya.

Dengan melakukan shalat sesuai dengan rukun dan syaratnya ini akan dapat ditingkatkan kualitas shalat yang lebih baik, mulai dari niat, takbiratul ihram sampai dengan salam dilengkapi dengan thuma’ninah yang rapi. Apalagi ditambah dengan syarat cukupnya dilakukan di awal atau pada waktunya serta bertempat di masjid dan berjamaah, akan menghasilkan shalat yang memenuhi syarat perlu dan cukup di hadapan Allah SWT.

Ditambah lagi kalau shalat ini dilakukan dengan khusyu’. Para ulama berpendapat bahwa minimal khusyu’ ini, adalah kita sadar bahwa kita sedang shalat. Ini tentu memerlukan pelatihan dan riyaadhah yang terus menerus.

Kepada Allah kita bermohon, semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk tetap menjaga hati dan jiwa serta fikiran kita dalam meningkatkan kualitas shalat kita sehingga tercapai shalat yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah terimalah shalat kami, berdirinya kami, rukuknya kami, sujudnya kami, khusyu’nya kami, kerendahan hati kami, penghambaan kami, dan sempurnakanlah kekurangan dan kelemahan kami ya Allah, dengan rahmat dan kasih sayangMu, aamiin yaa rabbal ‘aalamiin. Wallaahu a‘lam bishshawaab. [FAT]

Tulisan Oleh: Ustadz H. Emil Azman Sulthani

Muslim Memilih Pemimpin Muslim

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur DKI Jakarta masih setahun lagi. Namun, para bakal calon gubernur sudah bersiap untuk memperebutkan posisi sebagai orang nomor 1 di DKI Jakarta. Bagaimana peluang terpilihnya gubernur Islam?

Dalam pengajian Shubuh pekanan di Masjid An-Nuur Kalimalang Jakarta Timur, Ahad, 26 Jumadil Awal 1437/ 6 Maret 2016, Ustadz H Abdul Chair Ramadhan, mengatakan peluang umat Islam untuk menjadi gubernur Jakarta sangat besar. Syaratnya, umat Islam sebagai mayoritas harus bersatu dan mengonsolidasikan kekuatan untuk menuju integrasi ukhuwah Islamiyyah dan penerapan syariat Islam. Untuk itu, menyongsong Pilkada Jakarta tahun 2017 harus dimunculkan hanya satu pasangan calon yang memperjuangkan nilai-nilai syariat Islam.

Menurutnya, bukan hal yang mustahil, jika kursi Gubernur DKI tahun 2017 akan mengantarkan kepada kursi Presiden RI, sebagaimana yang dilakukan oleh Jokowi. Oleh karenanya, calon Gubernur Jakarta harus dari umat Islam dan diusung oleh aliansi ormas-ormas Islam, alim ulama, habaib, dan para tokoh Islam. “Jika yang terpilih non-Muslim, maka umat Islam kalah telak dalam berpolitik,” papar Komisi Hukum dan Perundang-Undangan (Kumdang) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Ia menjelaskan, hasil Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 menunjukkan perolehan suara dua pasang calon independen hanya 301.925 suara atau 6,96 persen dari jumlah total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 6.962.348. Adapun jumlah Golput sebanyak 2.555.207 (36,6 persen) pada Putaran Pertama, padahal perolehan suara pasangan Joko Widodo dan  Basuki T Purnama hanya sebesar 1.847.157. “Sumbangan suara Golput pada akhirnya mengantarkan pasangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama pada Putaran Kedua sebagai pemenang dengan perolehan suara sebesar 2.472.130 (53,82 persen),” papar Chair.

Di sisi lain, angka Golput sebesar 2.349.657 dan perolehan suara pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli hanya sebesar 2.120.815 (46,18 persen). Haya beda 7,64 persen, atau sebanyak 351.315 pemilih. “Ini artinya, kemenangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama lebih disebabkan oleh ketidakpercayaan pemilih terdaftar – yang akhirnya menjadi Golput – terhadap semua calon, baik dari unsur Parpol maupun independen,” jelasnya.

Kekuatan umat Islam dimulai dan didahului oleh penguatan kelembagaan sebagai mesin pendorong yang mengarahkan konstituen Muslim. Tanpa adanya kelembagaan ini, maka dapat diprediksi suara umat akan terpecah-pecah dan kemenangan ada pada calon yang tidak atau belum tentu mewakili kepentingan umat Islam.

“Saya yakin dengan adanya kesamaan visi dan misi di antara para stakeholder dalam bentuk bersatunya komponen umat Islam melebur dalam suatu kelembagaan akan dapat menaikkan suara dan memenangkan Pilkada Gubernur Jakarta tahun 2017 yang akan datang. Kelembagaan tersebut adalah Majelis Tinggi DKI Jakarta Bersyariah,” tegasnya. [FAT]

 

Adab Membaca al-Quran

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Al-Qur’an turun ke dunia untuk memberi petunjuk kepada manusia yang tersesat. Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak aturan, cara hidup manusia di dunia ini. Pengajian bulanan bersama Ustadz HM. Arifin Ilham bertepatan pada Sabtu, 6 Februari 2016 dengan tema ‘Adab Membaca Al-Qur’an”.

Adab membacaAl-Qur’an akan memberikan arahan terkait bagaimana sebaiknya umat Islam ketika membaca Al-Qur’an. Sehingga membaca Al-Qur’an terasa senang, nikmat dan bahagia sekali saat membacanya. Berikut beberapa adab membaca Al-Qur’an:
1. Niat, artinya benar benar ingin meraih Ridha, Rahmat, Ampunan, Hidayah, Berkah dan Syurga Allah. Berniat dengan sungguh-sungguh hanya untuk mencari ridha Allah ketika akan membaca Al-Quran.
2. Sadar yang dibaca adalah mu’jizat, Kalamullah yang memiliki kebenaran mutlak tidak bisa ditawar-tawar dan kandungan yang ada di dalamnya merupakan guide bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
3. Hendaknya ketika membaca Al-Quran keadaan mulut dalam kondisi bersih, terutama bersih dari makanan yang tersisa.
4. Membaca Al-Quran hendaknya dalam keadaan suci berwudhu, semampu kita untuk mendawamkan suci dalam keadaan berwudhu, sebab dengan wudhu nafsu akan terjaga dari perbuatan maksiat, energinya maunya hanya yang baik-baik, halal dan positif. Sunnah mulia Rasulullah, “Tiada yang serius, yang selalu menjaga wudhunya kecuali yang benar-benar beriman”.
5. Pakaian yang indah, pakaian merupakan nikmat agung yang telah Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, supaya mereka menutup aurat mereka dengannya. Kemudian, Allah menambahkan kenikmatan tersebut dengan menganugerahkan ‘riyaasy’ (pakaian indah) sebagai perhiasan.
6. Mengutamakan mencari tempat yang bersih dan suci, misalnya di atas sajadah tempat kita shalat.
7. Menghadap qiblat, karena yang dibaca adalah Kalamullah sebaiknya menghadap arah yang disucikan umat Islam yaitu qiblat, tempat Baitullah berada.
8. Membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Quran. A’uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim,Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (QS An Nahl(16): 98),
9. Membaca Basmalah. Agar seluruh aktivitas keseharian kita bernilai ibadah, Rasulullah SAW menganjurkan untuk memulai seluruh perbuatan baik dengan Bismillah, sebagaimana sabdanya, “Setiap urusan ( perbuatan ) yang tidak diawali dengan Bismillaahir rahmaanirrahiim, maka cacat (terputus dari rahmat Allah).” ( H.R. Ahmad dan Ashhab Sunan ).
10. Dimulai dengan membaca Al Fatihah. Tatkala membaca Al Fatihah terjadi dialog hamba dengan Rabbnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa membaca surat Al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah“.
11. Membaca Shalawat salam untuk Rasulullah, sebagai sosok figure teladan yang telah menyampaikan Al Qur’an kepada umatnya,
12. Membaca dengan tartil, pelan pelan, tenang, tidak terburu buru, penuh penghayatan seakan berdiaolg langsung dengan Allah, “…dan bacalah Al Qr’an itu dengan perlahan lahan penuh penghayatan” (QS Al Muzzammil(73): 4),
13. Diiringi doa, Huzaifah RA. berkata; Pada suatu malam aku shalat bersama Rasulullah, beliau membaca surat Al Baqarah, An Nisaa’ dan Ali ‘Imran. Beliau membaca perlahan lahan, apabila sampai pada ayat tasbih beliau bertasbih, apabila sampai pada ayat permohonan beliau memohon, dan apabila sampai pada ayat ta’awudz beliau mohon perlindungan (HR Muslim).
14. Berdoa, diantara waktu mustajab adalah berdoa ketika selesai membaca Al Qur’an, karenanya setelah membacaAl-Quran hendaknya memperbanyak doa.
15. Niat yang kuat untuk mengamalkan apa yang ada dalam Al Quran, inilah puncak kelezatan dalam Al-Qur’an.
Diakhir tausiyah, ust Arifin Ilham berdoa, “Allaahumma semoga Allah selalu memberkahi aktivitas dan sisa umur kita dengan kesenangan membaca dan mengamalkan Al Quran…aamiin.” [FAT]

Menjaga Istiqomah dalam Berdoa

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Adduaa’u silaahul mu’miniin, doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Dengan doa seseorang bisa selamat dari berbagai musibah. Karena itu mintalah hanya kepada Allah saat berdoa, karena hanya Allah yang bisa mengabulkan doa.

Pengajian bulanan pada Sabtu, 2 Januari 2016 di Masjid An-Nuur Pertim Kalimalang oleh Ustadz HM. Arifin Ilham membahas seputar ‘Kekuatan doa’.

Banyak sekali contoh dari manfaat doa. Lihat bagaimana Nabi Nuh selamat dari air bah yang melanda kaumnya. Doa juga menyelamatkan Nabi Musa AS ketika melawan tirani raja Fir’aun. Doa juga menyelamatkan Nabi Sholeh AS dari kedzoliman kaum Tsamud, menyelamatkan Nabi Huud AS dari kaum Aad.

Menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kekejaman Namrudz, dan menyelamatkan Rasulullah SAW dalam pertempuran yang beliau lakukan. Dengan kekuatan doa, adidaya Persia dan Romawi pun juga bisa ditaklukkan oleh kaum Muslimin.

Sahabat sholehku, mari kita aminkan doa, dan terus berdoa di setiap kesempatan doa, selesai sholat dan di penghujung malam. Di waktu-waktu mustajabah, doa akan lekas terkabul, karena itu berdoa dengan kesungguhan hati dan yakin Allah akan mengabulkan.

Allahuma Ya Allah, Penguasa langit dan bumi, semua tunduk dalam iradah dan qudrah-Mu… Kami mohon jayakan kembali Islam dan kaum Muslimiin Muslimaat.
Satukanlah semua hati kami saling cinta karena-Mu dan menjadi pejuang di jalan-Mu.

Jadikan semua potensi kami, hati, pikiran, fisik, kekayaan, jabatan, ilmu, popularitas dan semua yang engkau amanahkan pada kami menjadi alat agar kami bersyukur, tidak kufur demi kejayaan Islam dan umat Muslim.

Ya Allah yang Maha Perkasa, hinakan, hancurkan, pecah-belah kekuatan kuffar dan musyrikiin yang terus-menerus memerangi kami, yang sengsarakan kami, memenjarakan kami bahkan sampai membunuhi kami dimana pun mereka berada…

Ya Allah Maha Penyelamat, selamatkan Masjidil Aqso dari cengkraman Zionis Israel dengan segala sekutunya, selamatkan saudara kami di Gaza Palestina, saudara kami di Irak, saudara kami di Afghanistan, saudara kami di Suriah, saudara kami di Yaman, saudara kami di Afrika Tengah, saudara kami di Mesir, saudara kami di Rohingya Myammar, dan seluruh keberadaan kaum Muslimin Muslimat…

Ya Allah, berkahilah negeri kami dengan Engkau hadirkan untuk kami pemimpin yang sangat takut kepadaMu dan mengajak kami takut kepadaMu, hidup bahagia dalam SyariatMu dan Sunnah Nabi-Mu, Amin.

Terkadang, kita merasa sudah sekian lama berdoa tetapi belum juga diijabah oleh Allah. Kita pun bertanya-tanya apakah doa tersebut tidak dikabulkan Allah atau belum dikabulkan? Lalu bagaimana sikap kita menghadapi doa yang telah lama dipanjatkan tetapi belum juga dikabulkan?

  1. Tugas kita sebagai hamba-Nya berdoa, hak prerogratif Allah untuk mengijabahnya.
  2. Allah ingin kita selalu berdoa pada-Nya, boleh jadi kalau dikabulkan kita tidak berdoa lagi.
  3. Tidak dikabulkan, karena kalau dikabulkan membawa fitnah untuk kita, tidak jadi kaya, boleh jadi setelah kaya jadi sombong.
  4. Insha Allah dikabulkan hanya waktu kemudian.
  5. Allah hanya kabulkan di akhirat saja, jadi doa sebagai tabungan akhirat.
  6. Allah kabulkan dalam bentuk lain, Allah tahu baik buruknya untuk kita.
  7. Kalau tidak juga, tetaplah baik sangka, dan saatnya untuk muhasabah diri, mungkin hidup kita dari rizki tidak halal, mungkin ibadah kita masih diiringi maksiat, atau masih sering menyakiti orang lain, atau aurat kita masih belum terjaga.

    Jadi perbaiki diri, sungguh-sungguhlah taat dan jangan pernah putus asa dalam berdoa. Baca dengan iman. SubhanAllah, teruslah berdoa, karena kita tidak tahu kapan, di mana dan bagaimana doa kita diijabah oleh Allah.  [FAT]

Menjaga Spirit 212 untuk Ukhuwah Islamiyah

MASJIDANNUU.com| Jakarta–Jumat 2 Desember 2016 atau sebulan lalu, Allah tunjukkan kepada kita, khususnya umat Islam, bahwa umat Islam tergerak hati untuk menuju Silang Monas menggelar doa bersama dan dilanjutkan dengan shalat Jumat berjamaah, lalu melaksanakan Aksi Super Damai Belas Islam III atau yag akrab disebut Aksi 212.

Monas memutih, jutaan umat Islam membanjiri kawasan Monas, dan jalanan di sekitar Monas. Diperkirakan ada sekitar 7 juta umat Islam bergerak melangkah dari berbagai penjuru daerah. Mereka menuju pada satu tujuan yaitu menegakkan keadilan atas penistaan agama untuk segera dihukum.

Allah Akbar, ada hikmah di balik pelarangan umat Islam menuju Jakarta. Ini semakin meyakinkan sebagia umat Islam di daerah, seperti Ciamis melakukan longmarch jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta. Bahkan tak sedikit daerah sekitar Jakarta pun banyak yang mengikuti jejak Ciamis seperti Bogor, Depok dan Bekasi. Sebagian umat Islam melakukan aksi jalan kaki menuju Monas.

Hati tergerak, kaki bergerak, langkah pun terarah, satu tujuan yaitu doa dan shalat berjamaah di Jumat Kubro. Jam terus bergerak, langkah kaki jamaah pun melaju tenang menuju kemenangan. Mulai dari kawasan bundaran HI, Pasar Senin, Tugu Tani, Tanah Abang, Menteng jamaah mulai mengalir bak aliran sungai bergerak dan bergerak.

Wajah wajah ceria bertemu sesama saudara seiman dari berbagai daerah menjadikan semangat para peserta membuncah. Kepedulian sesama umat Islam pun nampak tergambar jelas di jalanan sepanjang kawasan Monas.

Memberi dan memberi, terima kasih dan terima kasih. Begitulah pemandangan yang tak habis-habis di sepanjang jalanan Jakarta Pusat. Deretan makanan dan minuman terpajang menyambut para tamu Allah yang akan berdoa. Infak, sedekah beramal menjadi kekhasan di aksi damai 411 dan 212. Subhanallah.

Allah gerakkan hati sebagian umat Islam untuk membela agama Allah. Allah getarkan hati umat Islam untuk menuntut tegakkan penghina agama Islam. Allah jaga kalam ilahi dari orang-orang yang ingin merusak keutuhan kebhinekaan tunggal ika. Umat Islam menuntut pemerintah untuk tegas dan tidak tebang pilih dalam menegakkan keadilan atas penista al-Qur’an.

Selama ini umat Islam terlihat diam, umat Islam terlihat tak ada nyali, umat Islam selalu tersudut. Kini, umat Islam di Indonesia menunjukkan keindahan persatuannya. Umat Islam menunjukkan kekuatannya. Al Maidah 51 telah menggetarkan Arsy memanggil jiwa-jiwa yang beriman untuk bergerak menuntut sang penghina ayat al Maidah 51.

Al Maidah 51 telah menjadi titik point umat Islam mengaca diri, umat Islam muhasabah diri, umat Islam bangkit dari tidurnya. Umat Islam negeri ini adalah kekuatan yang luar biasa, aset bangsa penjaga NKRI, aset negeri untuk kemajuan negeri makmur ini.

Indonesia sebagai negara besar dengan penduduk mayoritas Muslim bangkit. Negeri ini negeri yang makmur, yang menjadi incaran bangsa-bangsa lain. Kemakmuran negeri ini akan menjadi malapetakan jikalau bangsanya sendiri tidak bisa menjaga keutuhan negeri. Al Maidah 51 telah memberikan pelajaran berharga pada bangsa ini bahwa umat Islam di Indonesia adalah umat yang besar, umat yang berakhlak, umat yang berkesantunan.

Aksi Damai Bela Islam III pada 2 Desember 2016 ini menjadi bukti sejarah bangsa ini, bahwa umat Islam adalah cinta damai. Umat Islam bukan pemecah belah NKRI, umat Islam bukan perusak bhineka tunggal ika. Umat Islam di negeri ini adalah penjaga NKRI, NKRI harga mati. Jika di sana ada upaya menyudutkan umat Islam merongrong pemerintahan yang sah maka umat Islam yang pertama yang akan menghadapinya. Artinya, umat Islam siap membela tanah air tercinta dari siapapun yang ingin menghancurkan bangsa besar ini. Allah Akbar.

Adzan berkumandang ketika waktu shalat Jumat sudah masuk. Hujan ringan pun turun dari langit membasahi jutaan umat islam yang sedang khusyuk menjalankan shalat Jumat dan mendengar khutbah Jumat yang disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab yang sekaligus Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesai (GNPF-MUI).

Suaranya yang khas mengalir tegas dari bibir pemimpin Front Pembela Islam (FPI) ini. Lantang, keras dan tegas melontarkan bait-bait isi khutbah. Hujan terus mengguyur, basah dan basah seluruh umat Islam yang hadir di Monas. Insya Allah ini merupakan hujan yang penuh rahmat, hujan keberkahan, hujan kemenangan atas umat Islam. Allah Akbar.

Dalam orasinya, Habib Rizieq mengajak umat Islam untuk tetap santun, berakhlak karimah, tapi tetap tegas untuk terus mengawal kasus Ahok. Bahkan jika Ahok lolos dari penjara, Habib Rizieq siap turun kembali dengan jumlah jamaah yang lebih besar lagi. Allah Akbar.

Aksi 212 menjadi pelajaran berharga bagi bangsa ini, agama di negeri ini harus menjadi kekuatan untuk membangun keutuhan NKRI. Agama menjadi landasan atas keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara.

Mari kita jadikan momentum Aksi 212 menjadi spirit yang tak akan pernah hilang, sehingga kita memaksimalkan amal shaleh, membiasakan berbuat kebaikan, dan meningkatkan kualitas keimanan kita. Semoga Allah berikan kemudahan bagi kita semua, bagi bangsa besar ini, keberkahan negeri ini, keberkahan bangsa Indonesia. [FAT]

Abraha Penista Agama di Zaman Nabi

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Penistaan agama sudah ada sejak zaman Nabi. Ketika raja Abraha berorasi tentang kemewahan gereja yang ia bangun, dan menghina keadaan Ka’bah yang dari batu dan disembah-sembah umat Islam.

Dalam uraiannya, Ustadz Waliyul Amri di Masjid An-Nuur pada Ahad, 11 Rabiul Awal 1438/ 11 Desember 2016 bahwa kebencian orang Yahudi dan Nasrani kepada Muslim bukan terjadi sekarang saja, melainkan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad lahir hingga kiamat tiba. Hal ini disebabkan karena Nabi Muhammad bukan dari kalangan Bani Israel melainkan dari bani Ismail.

Tak hanya itu, Siti Sarah adalah dari keturunan ningrat dari kerajaan Babilonia, sementara Siti Hajar keturunan budak Abesinia. Makanya orang Yahudi menganggap rendah dan sama derajatnya sebagai budak. “Orang Yahudi menganggap Muslim sebagai setengan manusia,” katanya.

Kebencian itu juga dikarenakan satu-satunya kitab suci Al-Quran yang berani mengkritik kitab-kitab Injil, Taurat yang sudah dirubah isinya oleh para rahib dan pendeta.

Hingga sekarang Yahudi dan Nasrani tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad, tapi umat Islam menghormati kenabian Isa dan Musa. “Kita sangat toleran sekali, bahkan nama Musa saja dijadikan nama umat Islam. Kira-kira ada nggak orang Yahudi atau Nasrani namanya Ahmad atau Muhammad?”

Akhirnya untuk menyaingi kota Mekah dengan Ka’bahnya, Abraha panglima perang negeri Yaman membangun gereja super megah. Tujuan dari pembangunan gereja ini adalah untuk memikat umat Islam beralih beribadah ke gereja ini.

Abraha dalam orasi pembukaan gereja mengatakan bahwa umat Islam hanya menyembah batu hitam di Kabah. Karena diantara ada keturunan kakek nabi yang menetap di Yaman, keturunan Kinanah bernama Fukem bia Adl bin Malik bin Kinanah, mendengar orasi Abraha terusik keimanannya. Fukem masuk ke altar menaruh kotoran di gereja.

Melihat gerejanya berlumuran tinja, Abraha marah dan menuduh bangsa Arab, maka ia pun menyerang Kabah dengan 60 ribu pasukan. Namun Allah musnahkan tentara gajah ini dengan burung ababil. Penista agama pun akhirnya mati bersama pasukannya. [FR]

DKM An-Nuur Silaturahim ke Masjid Jogokariyan

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Untuk menambah wawasan dalam pengurusan masjid, Pengurus DKM Masjid An-Nuur menggelar silaturahim dan belajar manajemen di Masjid Jogokariyan Yogjakarta pada 20-21 Desember 2016. Kunjungan ini disupport oleh perusahaan Pandu Logistics, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman.

Rombongan terdiri dari Ketua DKM Harris Fadillah, Ketua Dewan Syariah Emil Azman Sulthani, Sjaiful Atwar, Ustadz Hasanuddin Sinaga dan Syaiful Anwar. Selama di Masjid Jogokariyan diterima langsung oleh Ketua DKM Jogokariyan, Ustadz Yazzir.

Selama di Masjid Jogokariyan, Ustadz Hasanudin Sinaga menjadi imam qiyamullail dan Syaiful menjadi muazin Shubuh. Usai shalat Shubuh diisi tausiyah oleh Habib Muhammad Al Kaff.

Menurut Harris, dari hasil kunjungan tersebut, DKM Masjid An-Nuur menyerap ilmu cara pengelolaan masjid Jogokariyan, pelayanan terhadap jamaah yang datang dan tukar pikiran tentang kebangkitan umat dalam ekonomi dan wirausaha di masjid, serta semua aktifitas yang bermanfaat berbasis masjid.

Bagi Harris ini sejalan dengan tim DKM An-Nuur yang sejak semula telah mempunyai rencana untuk membangun wirausaha berbasis masjid serta revitalisasi pelayanan terhadap jamaah masjid, “Menjadi makin semangat dan memperbanyak teknik manajerial untuk realisasinya,” kata Harris.

Untuk lebih mendalam tentang manajemen masjid, Harris mengatakan, pihaknya akan mengundang Ustadz Yazzir dari Masjid Jogokariyan untuk memberikan ceramah dan wawasan di Masjid AnNuur, agar manfaat bisa dirasakan lebih banyak lagi. [FR]

Masjid Istiqlal, Rumah Perjuangan Aksi Damai Belas Islam

AN-NUUR| Dini hari, pada Jumat 4 November 2016 di Masjid Istiqlal, beberapa kendaraan besar berdatangan memadapati parkiran masjid. Pagi itu, Masjid Istiqlal tidak seperti biasanya, padat sesak oleh jamaah dari berbagai kota di Indonesia. Mereka terpanggil untuk ikut dalam Aksi Damai Bela Islam II yang digelar setelah shalat Jum’at.

Adzan Subuh pun berkumandang, ketika kendaraan besar masih terus berdatangan, hingga meluber parkir di pinggiran jalan sekitar Istiqlal. Jamaah berpakain putih pun kian membludak jumlahnya. Subuh itu, jamaah yang ikut shalat berjamaah meluber ke luar pelataran masjid. Jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu jamaah.

Masjid Istiqlal menjadi rumah para peserta Aksi Damai 411 yang datang dari kota-kota di Indonesia. Kapasitas masjid yang mampu menampung 200 ribu jamaah ini nampak tegar dan kokoh berhias putih-putih oleh para jamaah yang datang.

4 November 2016, atau yang biasa disingkat Aksi Damai 411 menjadi saksi Masjid Istiqlal sebagai maghnet dahsyat menarik umat Islam dari penjuru kota di Indonesia, dalam rangka menuntut keadilan atas penistaan al-Quran yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Puncaknya ketika shalat Jumat digelar, ratusan ribu umat Islam membanjiri Masjid Istiqlal. Untuk berjalan saja jamaah berdesakan dan berimpitan, karenanya banyak jamaah yang menjalankan shalat Jumat di jalanan sekitar Istiqlal dan di beberapa masjid yang ada di sekitar Istiqlal.

Di masjid kebangaan umat Islam inilah, peserta Aksi Damai 411 mulai bergerak menuju istana negara menuntut ketegasan pemerintah atas penista agama, Ahok. Satu komando, umat Islam bergerak tenang sambil melantunkan shalawatan dan sesekali pekik Allah Akbar pun pecah. Allah Akbar!

Aksi Demo Terbesar Sepanjang Sejarah Bangsa Indonesia

Pelan tapi pasti, langkah-langkah kecil peserta Aksi Damai 411 bergerak. Berhimpitan, berdesakan, bergandengan menuju satu tujuan. Sebuah kebersamaan yang didasarkan pada satu tujuan mulia. Panggilan iman.

Peserta Aksi Damai 411 yang ada di Masjid Istiqlal dan Bundaran Hotel Indonesia (HI) terus bergerak berlahan. Peserta yang hadir mencapai jutaan orang. Jalanan di kawasan Thamrin bak sungai manusia mengalir terus merapat menuju istana. Peserta yang dari Istiqlal pun bergerak menuju istana. Ini merupakan aksi terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Lebih besar dari demonstrasi tahun 1998 dan rapat raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945 yang dihadiri 300 ribu orang.

Peserta Aksi Damai 411 dari berbagai daerah telah menemukan saudara seiman. Kebersamaan yang hadir telah menjadi kekuatan batin yang melahirkan kepedulian. Tak heran, jika dalam pelaksanaan Aksi Damai 411, banyak sekali dijumpai jamaah yang saling berbagi. Mulai dari berangkat menuju Jakarta, ada tiket kereta gratis, tiket bus gratis, tikar untuk shalat, makanan, minuman yang berlimpah ruah.

Penggerak Aksi Damai 411 adalah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) terus berkoordinasi dengan ormas-ormas yang hadir ikut bergabung. Jajaran GNPF ada Habib Rizieq Syihab, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, Ustadz Abdullah Syafii, Munarman dan lain sebagainya. Begitu juga dari kalangan ulama ada Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Abdullah Gymnastiar, dan lain sebagainya.

Nampak hadir juga para tokoh seperti KH. Ma’ruf Amin, Amien Rais, Prof Didin Hafidhuddin, Syaikh Ali Jaber, Lukman Hakim Syaifudin, Tuan Guru Zainul Majdi, Ustadz Abu Jibril, Ustadz Bobby, Prof Nazaruddin Umar, Ustadz Ahmad Lutfi Fathullah, Ustadz Tony Rosyid, Ustadz Syamsi Ali, Ustadz Haikal Hassan, Ustadz Erick Yusuf, Ustadz Fadlan Garamatan, dan ulama lain.

Begitu juga ada figur nasional seperti Rahmawati Sukarnoputeri, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Kiwil, Lucky Hakim, Jaya Suprana, Peggy Melati Sukma, Neno Warisman dan lain sebaganya.

Hubungan antara para peserta Aksi Damai 411 sejak awal sudah harmonis. Antara Polri dan TNI kepada peserta juga kondusif. Bahkan diantara mereka saling berbagi makanan dan minuman bahkan saling menuangkan air untuk berwudhu dengan menggunakan air mineral.

Menuju Aksi Super Damai Belas Islam III

Jelang Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 mendatang, telah tercapai sejumlah kesepakatan antara pihak penyelenggara aksi yaitu Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan Kepolisian Republik Indonesia.

Berikut enam butir kesepakatan yang dibacakan oleh Ketua Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab saat konferensi pers bersama Pimpinan MUI dan Kapolri di gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

  1. GNPF MUI bersama Polri sepakat, bahwa Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai, berupa aksi ibadah gelar sajadah. Akan tetapi tanpa merubah tuntutan utama aksi 212, yaitu tegakkan hukum yang berkeadilan, dan target kami tetap penista agama agar ditahan.
  1. GNPF MUI dan Polri sepakat, bahwa dalam Aksi Bela Islam III akan digelar zikir dan doa untuk keselamatan negeri, serta tausiyah umaro dan ulama di lapangan Monas dan sekitarnya dari jam 08.00 pagi hingga shalat Jumat.

“Berkenaan tersebut kami mengajak seluruh jajaran TNI dan Polri untuk ikut serta dalam rangkaian acara Aksi Bela Islam III,” ujar Habib Rizieq.

  1. GNPF MUI dan Polri sepakat, usai shalat Jumat para pimpinan GNPF-MUI akan menyapa umat Islam di sepanjang jalan sekaligus melepas mereka agar pulang dengan tertib.
  1. GNPF MUI dan Polri sepakat, perlunya dibentuknya tim terpadu antara satgas GNPF-MUI dengan TNI dan polri untuk mengatur teknis pelaksanaan.

Teknis tersebut antara lain:

  1. Penetapan kiblat, posisi panggung dan pengaturan sound.
  2. Membuka semua pintu monas dan membuat pintu darurat di sekitar monas.
  3. Menyediakan posko medis dan logistik serta tempat wudhu dan toilet
  4. Menempatkan satgas GNPF-MUI dari berbagai laskar ormas Islam yang akan ditempatkan perempatan jalan sepanjang lokasi untuk menyambut kedatangan umat Islam dari berbagai daerah.
  5. Mengatur shaf diluar Monas manakala didalam Monas tidak menampung.
  6. Tim terpadu juga akan mengatur bagi peserta aksi dari luar agama Islam agar bisa ikut dengan nyaman.
  1. GNPF MUI dan Polri sepakat, jika ada gerakan pada 2 Desember 2016 diluar kesepakatan yang kami buat, maka kami nyatakan itu bukan bagian daripada Aksi Bela Islam III dan kami dari GNPF MUI tidak bertanggungjawab serta kepolisian RI merupakan hak dan kewajibannya untuk mengantisipasi dan mengatasinya.
  1. GNPF MUI dan Polri sepakat, tidak ada lagi himbauan-himbauan dari Polda di seluruh Indonesia yang menghalangi-halangi umat Islam untuk ikut hadir aksi Bela Islam III, termasuk tidak boleh juga ada himbauan kepada perusahaan transportasi untuk tidak melayani peserta aksi yang ingin ikut Aksi Bela Islam III.

Silaturahim antara Ulama dan Umara

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.
SUBHANALLAH Rasulullullah bersabda, “Shinfaani, dua golongan besar bila keduanya baik, maka baiklah umat manusia. Dan bila mereka buruk, maka hancurlah umat manusia, yaitu ulama dan umara” (HR Ibnu Majah).

Sungguh shilaturrahim yg terjaga antara ulama dan umara membawa keberkahan umat dan negara. Ulama yg istiqomah dan umara yg amanah, bekerja sama dalam fungsi masing masing. Fatwa dan nasehat ulama didengar dan dilaksanakan umara dg baik, umara pun membuka jalan da’wah ulama. Inilah hubungan yg penuh keberkahan.

Sungguh akan rusaklah bila tidak terjalin shilaturrahim dan kerjasama yg baik, apalagi bila ulamanya berakhlak buruk, sementara umaranya zholim, umat dan negeri pun jadi lemah tergadai, naudzubillahi min dzaalika.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya penguasa (yg adil) itu adalah bayangan Allah di bumi yg menjadi tempat berlindungnya setiap orang yg terzalimi” (HR Baihaqi).

Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian berkumpul dg para ulama’ dan mendengarkan perkataan hukama’, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yg mati dg cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi yg tandus dg air hujan” (HR At Thobarani).

Orang bijak berkata, “Agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penjaga. Segala yg tidak berpondasi, niscaya akan hancur. Dan segala yg tidak mempunyai penjaga, pasti akan mudah hilang”.

Allhumma ya Allah berkahi negeri kami Indonesia dg ulama yg istiqomah, umara yg amanah dan rakyat yg taat…aamiin.

Foto bersama selesai Zikir dan Doa di Monas bersama keluarga besar TNI POLRI. Ayahanda jendral TNI Gatot Nurmantyo dan ayahanda jendral Polisi Tito Karnavian. [OJI]

Memaknai Tahun Baru Islam

AN-NUUR–Saat ini, kita berada di bulan Muharram Tahun Baru Islam 1438. Pergantian tahun ini harus menjadi pelajaran berharga untuk mengevaluasi diri selama setahun. Muslim yang baik adalah yang mempersiapkan diri untuk menghadap Allah.

Pengajian pekanan pada Ahad pagi bertepata pada tanggal 16 Oktober 2016 disampaikan oleh Ustadz H. Arifin Hadiarso dengan mengambil tema pembahasannya adalah menyikapi tahun baru Islam dengan amal kebajikan.

Menurut Ustadz Arifin, pergantian tahun ini bukan sekedar pergantian waktu, bagi yang beriman kepada Allah, pergantian tahun ini ada nilai-nilai yang besar sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam atas pergantian waktu. “Maknaya kita harus merenungi kita sudah sampai mana dan di mana batas akhir kita akan berakhir,” tuturnya.

Pergantian waktu ini harus melakukan istropeksi diri untuk menguatkan keimanan. Kita mengevaluasi dalam memanfaatkan waktu yag diberikan Allah kepada kita. Waktu sangat bermakna bagi orang-orang yang beriman.

Ustad Arifin menjelaskan, waktu hanya dibagi menjadi tiga sesi, waktu yang lalu, saat ini dan akan datang. Tapi bagi orang yang beriman adanya kehidupan setelah di dunia ini masih ada perjalanan panjang yang melelahkan dan tidak ada batas waktunya. Untuk itu, manusia harus menyiapkan diri dengan bekal yang banyak untuk menempuh perjalanan panjang itu. [OJI]

ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID