Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Berita

Saat Takziyah, Habib Rizieq Bertemu Zakir Naik di Makkah

Saat Takziyah, Habib Rizieq Bertemu Zakir Naik di Makkah

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) bertemu dengan Dai kondang asal India, Dr Zakir Naik, di Makkah. Berdasarkan keterangan penasihat hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, Rizieq bertemu dengan Dr Zakir Naik di kediaman Syekh Khalid yang sedang berduka atas wafatnya sang ibunda.

Sugito menjelaskan, Syekh Khalid Al Hamudi adalah ulama besar Arab Saudi, yang juga sering membawa dan memperkenalkan tokoh atau ulama Indonesia ke Imam Masjidil Haram. “Pas lagi takziah, jadi ketemu dengan Zakir Naik. Karena dalam waktu takziah, jadi tidak dalam waktu yang lama,” ujarnya seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (14/6).

Sugito mengatakan, HRS menyampaikan ucapan terima kasih kepada Zakir Naik sudah datang ke Indonesia untuk men-support acara keagamaan di Indonesia. Demikian juga Zakir Naik, kata Sugito, berterima kasih pada HRS yang selama ini bertahan berdakwah di Indonesia. Sugito juga menjelaskan, Habib Rizieq rencananya akan melakukan pertemuan di lain waktu dengan Zakir Naik.

Saat ini, kata dia, HRS didampingi beberapa keluarga dan orang kepercayaannya di Makkah dan belum bisa dipastikan kapan akan pulang ke Indonesia. “Nanti lagi kami berikan informasi,” ujar dia mengakhiri. [FATH]

Masjid An-Nuur Sediakan Takjil Gratis selama Ramadhan

Masjid An-Nuur Sediakan Takjil Gratis selama Ramadhan

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Bulan Ramadhan kedatangannya dinanti umat Islam seluruh dunia. Bulan Ramadhan seperti magnit bagi umat Islam untuk melakukan kebajikan. Bulan yang di dalamnya penuh keberkahan ini telah menjadi momentum bagi umat Islam untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Pada bulan suci ini, banyakmasjid berlomba-lomba dengan kegiatan syiar Islam, mulai dari shalat taraweh berjamaah, tadarus, menyajikan menu takjil sampai pada santunan bagi fakir miskin. Tak hanya di tingkat masjid maupun mushola, tapi juga perorangan banyak yang berlomba dalam menggapai ridlo Allah di bulan suci ini.

Masjid An-Nuur yang terletak di Perumahan Permata Timur Jakarta Timur ini juga ikut berkiprah dalam menggapai keberkahan di bulan suci Ramadhan ini, salah satunya adalah menawarkan buka takjil gratis selama sebulan penuh kepada masyarakat di sekitar masjid.

Animo masyarakat di sekitar masjid cukup besar, hal ini bisa dilihat dari para shoimin yang selalu memenuhi pelataran masjid. Mereka terdiri dari para bapak, ibu dan anak-anak. Jumlahnya yang datang rata-rata sampai 300-400 jamaah.

Takjil gratis di Masjid An-Nuur ini setiap harinya menyiapkan sekitar 300 takjil. Program ini didukung oleh CSR perusahaan jasa kurir PANDU LOGISTICS ini digelar setiap tahun. Adapun sajian yang diberikan kepada shoimin adalah minuman mineral, minuman saribuah dalam kemasan kotak, kurma, dan kue.

Dalam buka bersama tersebut, panitia selain membimbing untuk berdoa bersama, juga memberikan tausiyah singkat. Sehingga selain ada nilai edukasi untuk anak-anak yang puasa juga menambah ilmu bagi yang datang berbuka puasa.

Semoga para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan di Masjid An-Nuur ini mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, amin ya Rabbal Alamien. [FATH]

Cinta Masjid, Berburu Shalat Berjamaah di Negeri Kanguru

Cinta Masjid, Berburu Shalat Berjamaah di Negeri Kanguru

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Perjalanan wisata Islami kali ini menuju negeri Kanguru, Australia. Tepatnya pada tanggal 18-22 Mei 2017, sebanyak 12 orang yang dipimpin oleh Dewan Pembina DKM An-Nuur, HM. Bhakty Kasry mengadakan muhibah ke Australia.
Seperti perjalanan sebelumnya ke beberapa mancanegara, rombongan selalu melakukan maping perjalanan untuk mendapatkan masjid untuk shalat berjamaah dan makanan halal di negeri minoritas Muslim. “Kami menikmati keindahan ciptaan Allah yang ada di luar, Maha Besar Allah atas segala yang diciptakan-Nya,” paparnya.
Perjalanan ke Australia itu juga mengikutsertakan imam Masjid Istiqlal, Ustadz H. Hasanudin Sinaga untuk memimpin setiap shalat berjamaah. Bahkan Ustadz Hasanudin menjadi khatib Jumat di Masjid Al-Hijrah di Sydney.
Dalam wisata ruhani ini, ada juga dua manusia langka H.M Zubir dan H. Imran Pasaribu ikut serta dalam silaturahim ke beberapa masjid di Australia. Mengapa langka, karena mereka berdua telah menjalankan ibadah shalat Jumat selama 6.5 tahun di masjid-masjid yang berbeda-beda, baik di Jabodetabek, Nasional maupun luar negeri.
Selama di Australia, rombongan mengunjungi 4 masjid. Masjid orang Turki, masjid orang Lebanon, masjid orang Indonesia dan masjid Australia.
Selain masjid, rombongan juga menikmati keindahan alam Australia salah satunya di Blue Mountains National Park, dan kuliner halal. “Alhamdulillah perjalanan berjalan lancar, dengan tetap menjalanakn ibadah kepada Allah di masjid-masjid yang ada di Australia,” katanya.
Selama berada di Autralia, rombongan dibimbing oleh seorang guide orang Indonesia yang bernama Pak Samsul asal
Tulung Agung yang sudah menetap selama 17 tahun, disamping itu rombongan dijamu makan oleh kawan yang sholeh yang
bernama Pak Rizal juga sudah menetap selama 30 tahun.

10 Amalan Penting di Bulan Ramadhan

10 Amalan Penting di Bulan Ramadhan

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Umat Islam di bulan Ramadhan sengaja dilaparkan dan dihauskan serentak oleh Allah SWT. Namun, di pagi hari, makan sahur bareng-bareng. Seluruh umat Islam diharapkan untuk meningkatkan amal ibadah selama bulan suci Ramadhan. Keimanan seseorang dilihat dari seberapa besar amal ibadah yang bermanfaat buat orang lain.

Dalam situasi seperti ini, marilah kita berbuat. Agama itu al-amal(tindakan nyata). Makanya, iman seseorang dilihat dari seberapa besar manfaat kita buat orang lain. Jangan mengaku beriman kalau belum menjadi orang bermanfaat. Khairunnasi anfa’uhum linnasi (Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat buat orang lain).

Ramadhan merupakan bulan keluarga, bulan tetangga, bulan persaudaraan, bulan fakir miskin, bulan yatim piatu, bulan memerhatikan mereka yang papa, karena kita sengaja dilaparkan, dihauskan serentak oleh Allah SWT. Sementara anak-anak yatim, kaum papa, dan fakir miskin sudah sejak lama terbiasa lapar. Diantara hikmahnya ialah ada efek sosial yang tinggi. Makanya, kita dikeluargakan oleh Allah SWT. Mana terjadi kita makan bareng pagi-pagi, kecuali di bulan suci Ramadhan.

Pada bulan Ramadhan ini ada amalan penting yang harus dilakukan oleh umat Islam agar pelaksanaan Ramadhannya berkualitas. Ada 10 amalan penting yang bisa dilaksanakan di bulan Ramadhan, yaitu:

  1. Anjuran berpuasa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa…” (QS. Al-Baqarah [2]:183).
  2. Anjuran untuk mendirikan shalat malam, seperti tahajud dan taraweh. “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”(QS. Al-Isra [17]:79).
  3. Anjuran untuk membaca, mengkaji al-Qur’an. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (QS. Al-Baqarah [2]:185)
  4. Memperbanyak amalan sedekah “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at[160]. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Ak-Baqarah [2]: 254).
  5. Memberi makanan berbuka & syahur. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR. Tirmidzi)
  6. Memperbanyak i’tikaf di masjid. “….Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]:187).
  7. Memperbanyak duduk di majelis ilmu dan zikir. “”Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS. Al-Imran [3]:79)
  8. Memperbanyak berdoa kepada Allah. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah [2]:186)
  9. Memperbanyak zikir kepada Allah. “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al-Ahzab [33]:41-42).
  10. Memperbanyak bersilaturrahim. “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’ [4]:1)

 

Fatwa MUI tentang Bermuamalah di Sosmed

Fatwa MUI tentang Bermuamalah di Sosmed

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Fatwa tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial yang dirilis oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah memberikan pedoman bagaimana cara bermuamalah (berinteraksi dan menjalin hubungan sosial antara manusia) di media sosial bagi umat Islam di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa mengenai penggunaan media sosial melalui Komisi Fatwa MUI yang dibacakan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (5/6/2017)

Dalam fatwa tersebut, MUI menjelaskan bahwa media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk menjalin silaturrahmi, menyebarkan informasi, dakwah, pendidikan, rekreasi, dan untuk kegiatan positif di bidang agama, politik, ekonomi, dan sosial serta budaya.

Adapun bermuamalah melalui media sosial harus dilakukan tanpa melanggar ketentuan agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

MUI mengingatkan bila konten atau informasi yang berasal dari media sosial memiliki kemungkinan benar dan salah. Sehingga konten yang baik belum tentu benar, ataupun konten yang benar bisa juga belum tentu bermanfaat.

Selain itu, konten yang bermanfaat belum tentu cocok untuk disampaikan ke ranah publik. Dan poin terakhir yakni tidak semua konten yang benar itu boleh dan pantas disebar ke ranah publik.

Dalam pembuatan konten atau informasi yang akan disampaikan ke ranah publik, MUI mengatur agar pengguna media sosial menggunakan kalimat, grafis, gambar, suara dan/atau yang simpel, mudah difahami, tidak multitafsir, dan tidak menyakiti orang lain.

Kemudian, konten itu harus benar, sudah terverifikasi kebenarannya dan menyajikan informasi yang bermanfaat serta berdampak baik.

Pemilihan kosa kata yang tidak provokatif serta tidak membangkitkan kebencian dan permusuhan serta tidak berisi hoax, fitnah, ghibah, namimah, bullying, gosip, ujaran kebencian, dan hal lain yang terlarang, baik secara agama maupun ketentuan peraturan perundang-undangan juga diatur dalam Fatwa nomor 24 Tahun 2017 ini.

Pedoman selanjutnya, kontennya tidak menyebabkan dorongan untuk berbuat pornografi maupun provokasi. Serta tidak berisi hal-hal pribadi yang tidak layak untuk disebarkan ke ranah publik.

Untuk memastikan konten yang ada di media sosial bermanfaat dan tidak bertentangan dengan fatwa tersebut, maka konten tersebut harus bisa mendorong kepada kebaikan dan mempererat persaudaraan dan cinta kasih.

Selanjutnya, konten yang diunggah juga harus bisa menambah ilmu pengetahuan yang mendorong seseorang untuk melakukan ajaran Islam dan tidak melahirkan kebencian dan permusuhan.

Selain itu, dalam fatwa nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial, ada beberapa poin yang telah ditetapkan haram.

Tindakan yang dinyatakan haram di antaranya ghibah (membicarakan aib orang lain), fitnah, namimah (mengadu domba), dan penyebaran permusuhan, ujaran kebencian, permusuhan atas dasar SARA dan tindakan bullying yang belakangan marak terjadi di media sosial.

Menurut Ni’am, alasan diterbitkannya fatwa tersebut karena penggunaan media digital yang berbasis media sosial belakangan ini seringkali tidak disertai dengan tanggung jawab dan kerap disalahgunakan.

“Sehingga tidak jarang menjadi sarana untuk penyebaran informasi yang tidak benar yang menimbulkan disharmonisasi sosial,” katanya.

Selain itu, fatwa haram lainnya yakni penyebaran serta memproduksi berita hoax, dan penyebaran materi pornografi serta kemaksiatan dan segala hal yang terlarang secara syariat.

Bahkan, menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan atau waktunya juga ditetapkan sebagai hal yang diharamkan. [FATH]

Link: http://www.suaramasjid.com/read/fatwa-mui-tentang-hukum-dan-bermuamalah-di-medsos/

Anies Baswedan Silaturahim ke Masjid An-Nuur

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, orang tua berperan dalam proses belajar anak. Sebab, pendidikan anak usia dini menjadi salah satu dasar dalam pembentukan karakter seseorang.

Semasa menjabat sebagai Mendikbud Anies memang pernah membuat gebrakan berupa pendidikan keluarga, contohnya adalah gerakan mengantar anak pada hari pertama ke sekolah. Kini setelah menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies berencana meneruskan program pendidikan keluarga tersebut.

Menurut mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta itu, pendidikan memang berawal dari rumah, dan anak sebenarnya menghabiskan lebih banyak waktu juga bersama orang tuanya.

“Nantinya orang tua akan berperan aktif dalam proses belajar anak di rumah,” kata Anies seusai mengikuti subuh berjamaah di Masjid An Nur, Kalimalang, Jakarta Timur, Minggu pagi (22/1/2017).

Dalam kesempatan itu, Anies juga menjelaskan maksudnya membuat program mengantar anak pada jari pertama sekolah. Hal tersebut merupakan contoh nyata keterlibatan orang tua kepada proses pendidikan anaknya.

“Tujuannya agar orang tua bertemu dengan guru yang nantinya mengajar anaknya, sehingga orang tua merasa yakin kepada sekolah,” paparnya.

Maka dari itu, Anies memiliki rencana yang sama dengan mengembangkan apa yang dia lakukan di Kemendikbud ke Pemprov Jakarta. Sehingga nasib pendidikan keluarga, rutenya akan jalan terus.

“Akan kami teruskan, programnya akan jalan, dan ini masih kami rencanakan bagaimana nanti bentuknya,” kata inisiator Indonesia Mengajar itu. [FAT]

Mewaspadai Bangkitnya Komunis di Indonesia

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Bukan isapan jempol semata, komunis yang pernah membuat sejarah kelam di negeri ini pelan tapi pasti kian menunjukkan eksistensinya. Pengikut komunis mulai terang-terangan menampilkan simbol-simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) berbentuk palu arit kian marak.

Pengajian pekanan yang diselenggarakan di Masjid An-Nuur Jakarta Timur pada Ahad, 15 Sya’ban 1347/ 22 Mei 2016 disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Internal Dewan Dakwah Islam Indonesia Drs. H. Mas’adi Sulthani, Lc dengan mengambil tema mewaspadai bangkitnya komunisme di Indonesia.

Menurut Ustadz Mas’adi, umat Islam harus mewaspadai adanya kebangkitan PKI yang dulu pernah membasmi umat Islam di negeri ini. Sejarah kelam komunis telah menjadi catatan bangsa akan kebiadaban komunisme, baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri.

Menurut data, komunis di dunia telah membantai umat manusia sebanyak 127 juta jiwa di 76 negara di dunia. Artinya, dalam setahun, komunis telah membunuh manusia sebanyak 1.6 juta jiwa per tahun. Sangat disayangkan jika akhir-akhir ini mulai ada orang-orang yang akan membangkitkan komunisme gaya baru.

Menurut Ustadz Mas’adi, ada tiga jargon kelompok komunis gaya baru di Indonesia: Pertama, mereka berdalih memperjuangkan hak asasi manusia (HAM). Kedua, mereka berjuang untuk demokrasi. Ketiga, mereka tidak anti agama.

Pertama, dengan dalih hak asasi manusia para komunis ini mencoba menjunjung tinggi nilai-nilai HAM, sementara mereka lupa bahwa mereka telah berbuat aniaya tehadap ratusan juta manusia yang mati di tangan komunis. Mereka memiliki doktri meneror, menghalalkan segala cara asal tujuan tercapai. Karena itu, komunis adalah penghancur dan bukan penjaga HAM.

Kedua, mereka menjunjung demokrasi. Sementara di mana pun komunis ada di Negara-negara selalu menjadi partai tunggal dan berkuasa bertahun-tahun. Mereka tidak mengenal multi partai dalam berpolitik.

Ketiga, katanya tidak anti agama. Pada tahun 1957 ijtima para ulama yang pernah diselenggarakan di Sumatera memutuskan hasilnya bahwa dari sudut pandang agama, ajaran komunis adalah kufur dan menyesatkan.

Dalam banyak hal, biasanya komunis akan bangkit jika 4 syarat di suatu Negara sudah terjadi, yaitu pertama menciptakan kondisi hukum yang tidak adil.  Keputusan yang tidak adil akan melahirkan ketidakstabilan di masyarakat.

Kedua, menicptakan caosh di mana-mana. Masyarakat mudah tersulut dengan provokasi tak berdasar, sehingga masyarakat rentan terjadi perselisihan dan terjadi insiden yang tidak diinginkan. Ketiga, jurang antara yang kaya dan miskin sangat dalam.

Jika empat syarat di atas terpenuhi, maka akan menjadi ladang subur paham komunis berkembang di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, umat Islam harus selalu waspada dengan bahaya laten ini. [FAT]

Menyegarakan 11 Hal Berikut saat di Dunia

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Hidup di dunia harus berlomba-lomba dalam kebaikan. Dalam Islam, ada beberapa persoalan yang harus disegerakan pelaksanaanya. Untuk itu, pengajian bulanan oleh Ustadz HM Arifin Ilham di Masjid An-Nuur pada Sabtu, 24 Jumadil Akhir 1437/ 2 April 2016 mengambil tema “Hal-hal yang Harus Disegerakan”.

Sahabatku, inilah yang harus kita segerakan dalam hidup di dunia yang sebentar ini. Pertama, segera bertaubat sebelum ajal tiba. Manusia tidak bisa menjamin umurnya, setiap saat manusia bisa mati tanpa manusia mengetahuinya. Karena itu, dalam Islam anjuran bertaubat menjadi hal yang penting dalam hidup di dunia ini.

Kedua, segera tegakkan shalat sebelum habis waktunya. Ketika terdengar suara adzan, sebenarnya itu adalah panggilan dari Allah untuk hambanya. Muadzin sebagai perantaranya. Maka pahala seorang muadzin sangat besar karena menjadi perantara Allah untuk memanggil orang mukmin untuk shalat berjamaah.

Ketiga, segera tunaikan zakat sebelum datang bala, karena zakat menolak bala. Zakat akan menyuci jiwa manusia dari dosa sehingga selamat di dunia dan akhirat. Allah akan berikan cara mengambil harta manusia yang tidak berzakat, baik melalui penyakit, bangkrut dan lain sebagainya.

Keempat, segera laksanakan haji kalau sudah mampu, kalau tidak, matinya seperti orang Yahudi. Ketika kondisi sudah mampu untuk menjalankan haji sebaiknya segerakan untuk berhaji agar kita tidak mati seperti orang Yahudi.

Kelima, segera selesaikan hutang, kalau tidak jadi perkara di alam kubur sebab hutang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Keenam, segera minta maaf selama masih di dunia, kalau tidak segera meminta maaf akan dibalas di akhirat nanti. Ketujuh, segera menguburkan jenazah muslim. Kedelapan, bila telah selesai satu urusan, bersegeralah menyelesaikan urusan berikutnya. Kesembilan, segera nikah, sebab akan muncul banyak fitnah ketika belum menikah, untuk menjaga dari fitnah itu bersegeralah menikah.

Kesepuluh, segera mengembalikan harta yang tidak halal sebab jika tidak segera dikembalikan akan menjadi beban siksaan di akhirat kelak. Kesebelas, setelah mendengar nasehat yang baik, maka sesegralah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Subhaanallaah. Semoga Allah jadikan kita hambaNya yang tidak menyia-nyiakan waktu hidup di dunia ini untuk bekal panjang di akhirat nanti. Aamiin.

Subhanallah, lantas bagamana caranya agar kembali menghidupkan hati yang mati? Pertama, mulailah dengan sungguh-sungguh bertaubat. Allah janji akan mengubah keadaan mereka yang sungguh-sungguh bertaubat, “yubaddilullaahu sayyiaaatihim hasanaat” (QS Al Furqan(25): 70). Tadinya kotor menjadi bersih, tadinya hina menjadi mulia, tadinya mati menjadi hidup, tadinya hatinya keras menjadi mudah menangis.

Kedua, banyak berdzikir, beristiqhfar dan bershalawat, “Liyukhrijakum minazhzhulamaati ilan nuuri“, mereka yang banyak berdzikir, Allah keluarkan dari kegelapan menuju cahayaNya” (QS Al Ahzab(33): 41-44). Dan Rasulullah pun mengingatkan bahwa perbedaan hamba yang berdzikir dengan yang tidak, seperti orang yang hidup dengan yang mati.

Ketiga, menghidupkan sunnah-sunnah nabi Muhammad SAW, seperti menegakkan shalat malam, tadabburul Quran, berjamaah di masjid, sedekah, selalu menjaga wudhu’, dan sebagainya. Lakukan dengan kesadaran, kecintaan kepada Rasulullah, dan lakukan istiqamah terus menerus, jangan putus. maka “wa ashlaha baalahum“, Allah ubah keadaan mereka (QS Muhammad(47):  2).

Tentu yang paling utama adalah serius dalam taat, maka banyak keajaiban pada hamba Allah yang sungguh-sungguh taat, “Barangsiapa bertakwa sungguh-sungguh maka Allah tunjukkan jalan keluar dari masalahnya, dan rizki yang tidak pernah ia duga.” (QS Ath Thalaaq(65): 2-3). [FAT]

Shalat Cegah Keji dan Munkar

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Bulan Rajab 1437 H telah tiba. Banyak peristiwa sejarah yang terjadi pada bulan ini, salah satunya ketika Allah SWT meng-israk-kan atau memperjalankan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha setelah itu me-mi’raj-kan beliau ke Shidratul Muntaha, yang kita kenal dengan peristiwa israk dan mi’raj.

Pada waktu inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat fardhu lima waktu yang kita laksanakan sampai sekarang ini. Saking pentingnya shalat ini, sampai Rasulullah mengatakan dalam salah satu hadits beliau bahwa: “Shalat itu merupakan mi’rajnya kaum Muslimin”. Berikutnya dikatakan lagi bahwa: “Amal yang pertama diperiksa pada hari akhir nanti adalah shalat, kalau baik shalatnya maka baik pulalah amal selanjutnya”.  Selanjutnya, “Sesungguhnya pembeda antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. demikian kata Nabi.

Allah SWT berfirman dalam QS Al ‘Ankabuut(29): 45, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  Kita lihat satu persatu pengertian firman Allah ini. Secara umum dalam menjalankan agama Islam ini,  Allah SWT menyuruh kita sekalian untuk tilawah atau membaca Al Quran, karena di sana terdapat lafazh-lafazh shalat. Diharapkan dengan membaca Al Quran kita dapat memahami dan mengerti tata cara shalat yang akan dikerjakan. Sehingga shalat kita ini bermakna dan berkualitas sesuai dengan perintah Allah untuk mendirikan shalat.

Berikutnya dalam ayat ini disebutkan perintah shalat secara khusus, padahal perintah shalat masuk dalam keumuman perintah tilawatul kitab. Ini tidak lain dan tidak bukan karena shalat memiliki banyak keutamaan diantaranya mencegah dari perbuatankeji dan mungkar. Pengertian perbuatan keji ialah seluruh dosa besar dan sangat buruk, namun jiwa terpancing untuk melakukannya. Sementara Al Munkar adalah setiap maksiat yang diingkari oleh akal dan fithrah manusia. Bila seorang hamba mengerjakan shalat secara sempurna serta khusyu’, maka itu dapat menerangi dan membersihkan hatinya menambah keimanannya dan menambah keinginan untuk berbuat baik.

Lalu Allah perintahkan untuk berdzikir. Dzikir dalam shalat mencakup dzikir hati, lisan dan badan. “Sesungguhnya Allah menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepadaNya” (QS Adzdzaariyaat(51): 56). Dan ibadah yang paling afdhal yang dilakukan manusia adalah shalat. Di dalam shalat terdapat ibadah dengan menggunakan seluruh tubuh, yang tidak terdapat pada ibadah lainnya. Oleh karena itu Allah mengatakan, “Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)”. “Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”, Pekerjaan yang baik maupun yang buruk akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang sesuai”.

Pertanyaan yang paling umum dan mendasar di kalangan kaum Muslimin, betapa banyak umat Islam yang telah melakukan shalat, tetapi mengapa masih melakukan perbuatan keji dan mungkar, alias STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan)?. Berarti ada yang salah dalam shalat mereka itu. Syeikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi hafizhahullaah, seorang ulama dan pakar fiqih, mengatakan bahwa:  sekurang-kurangnya ada empat hal yang harus dilakukan supaya shalat mempunyai cahaya energi yang kuat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Pertama ikhlas dalam shalat, kedua menjaga kebersihan hati dalam shalat karena hanya takut kepada Allah, ketiga melaksanakan shalat sesuai rukun dan syaratnya, waktu dan tempatnya serta berjamaah, dan keempat hendaknya shalat dilakukan dengan khusyu’.

Ikhlas menyangkut niat shalat. Shalat hanya ditegakkan karena Allah atau lillaahi ta’alaa.  Kalau shalat dilakukan karena yang lain atau selain Allah sudah dapat dipastikan akan tergantung dari kepada siapa shalat itu ditujukan.

Shalat harus dilaksanakan dengan hati dan pikiran yang bersih. Karena dengan hati dan pikiran yang bersihlah shalat itu dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran yang penuh sebagai perintah Allah kepada hambanya.

Dengan melakukan shalat sesuai dengan rukun dan syaratnya ini akan dapat ditingkatkan kualitas shalat yang lebih baik, mulai dari niat, takbiratul ihram sampai dengan salam dilengkapi dengan thuma’ninah yang rapi. Apalagi ditambah dengan syarat cukupnya dilakukan di awal atau pada waktunya serta bertempat di masjid dan berjamaah, akan menghasilkan shalat yang memenuhi syarat perlu dan cukup di hadapan Allah SWT.

Ditambah lagi kalau shalat ini dilakukan dengan khusyu’. Para ulama berpendapat bahwa minimal khusyu’ ini, adalah kita sadar bahwa kita sedang shalat. Ini tentu memerlukan pelatihan dan riyaadhah yang terus menerus.

Kepada Allah kita bermohon, semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk tetap menjaga hati dan jiwa serta fikiran kita dalam meningkatkan kualitas shalat kita sehingga tercapai shalat yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah terimalah shalat kami, berdirinya kami, rukuknya kami, sujudnya kami, khusyu’nya kami, kerendahan hati kami, penghambaan kami, dan sempurnakanlah kekurangan dan kelemahan kami ya Allah, dengan rahmat dan kasih sayangMu, aamiin yaa rabbal ‘aalamiin. Wallaahu a‘lam bishshawaab. [FAT]

Tulisan Oleh: Ustadz H. Emil Azman Sulthani

Muslim Memilih Pemimpin Muslim

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur DKI Jakarta masih setahun lagi. Namun, para bakal calon gubernur sudah bersiap untuk memperebutkan posisi sebagai orang nomor 1 di DKI Jakarta. Bagaimana peluang terpilihnya gubernur Islam?

Dalam pengajian Shubuh pekanan di Masjid An-Nuur Kalimalang Jakarta Timur, Ahad, 26 Jumadil Awal 1437/ 6 Maret 2016, Ustadz H Abdul Chair Ramadhan, mengatakan peluang umat Islam untuk menjadi gubernur Jakarta sangat besar. Syaratnya, umat Islam sebagai mayoritas harus bersatu dan mengonsolidasikan kekuatan untuk menuju integrasi ukhuwah Islamiyyah dan penerapan syariat Islam. Untuk itu, menyongsong Pilkada Jakarta tahun 2017 harus dimunculkan hanya satu pasangan calon yang memperjuangkan nilai-nilai syariat Islam.

Menurutnya, bukan hal yang mustahil, jika kursi Gubernur DKI tahun 2017 akan mengantarkan kepada kursi Presiden RI, sebagaimana yang dilakukan oleh Jokowi. Oleh karenanya, calon Gubernur Jakarta harus dari umat Islam dan diusung oleh aliansi ormas-ormas Islam, alim ulama, habaib, dan para tokoh Islam. “Jika yang terpilih non-Muslim, maka umat Islam kalah telak dalam berpolitik,” papar Komisi Hukum dan Perundang-Undangan (Kumdang) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Ia menjelaskan, hasil Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 menunjukkan perolehan suara dua pasang calon independen hanya 301.925 suara atau 6,96 persen dari jumlah total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 6.962.348. Adapun jumlah Golput sebanyak 2.555.207 (36,6 persen) pada Putaran Pertama, padahal perolehan suara pasangan Joko Widodo dan  Basuki T Purnama hanya sebesar 1.847.157. “Sumbangan suara Golput pada akhirnya mengantarkan pasangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama pada Putaran Kedua sebagai pemenang dengan perolehan suara sebesar 2.472.130 (53,82 persen),” papar Chair.

Di sisi lain, angka Golput sebesar 2.349.657 dan perolehan suara pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli hanya sebesar 2.120.815 (46,18 persen). Haya beda 7,64 persen, atau sebanyak 351.315 pemilih. “Ini artinya, kemenangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama lebih disebabkan oleh ketidakpercayaan pemilih terdaftar – yang akhirnya menjadi Golput – terhadap semua calon, baik dari unsur Parpol maupun independen,” jelasnya.

Kekuatan umat Islam dimulai dan didahului oleh penguatan kelembagaan sebagai mesin pendorong yang mengarahkan konstituen Muslim. Tanpa adanya kelembagaan ini, maka dapat diprediksi suara umat akan terpecah-pecah dan kemenangan ada pada calon yang tidak atau belum tentu mewakili kepentingan umat Islam.

“Saya yakin dengan adanya kesamaan visi dan misi di antara para stakeholder dalam bentuk bersatunya komponen umat Islam melebur dalam suatu kelembagaan akan dapat menaikkan suara dan memenangkan Pilkada Gubernur Jakarta tahun 2017 yang akan datang. Kelembagaan tersebut adalah Majelis Tinggi DKI Jakarta Bersyariah,” tegasnya. [FAT]

 

ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID