Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Berita

Inilah Empat Amalan yang Ditolak oleh Allah

Inilah Empat Amalan yang Ditolak oleh Allah

MASJIDANNUUR.com| Amal kebaikan seseorang akan diterima oleh Allah ketika yang beramal dalam keadaan ikhlas karena Allah, selain itu juga kondisi jiwa raga dalam keadaan tidak sedang maksiat. Untuk itu, ajaran Islam telah memberikan ajaran yang lurus yang bisa dijadikan pedoman bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam cerahamnya pada pengajian pekanan di Masjid An-Nuur Permata Timur, Ustadz H. Kholid memaparkan bahwa Rasululllah di waktu pagi sering berdoa, agar diberikan ilmu yang bermanfaat, sebab ilmu itu kebutuhan ruhani, agar ruhnya bercahaya.

Doa selanjutnya adalah agar diberikan amal yang selalu kontinyu. Selain itu juga berdoa agar selalu mendapatkan rezeki yang halal.

Ustadz Kholid menjelaskan, ada empat golongan manusia yang beramal tapi ditolak oleh Allah, sebagaimana disitir dalam alQuran dalam Surah Al-Maidah ayat 90 yang berbunyi ““Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Pertama adalahseseorang yang gemar minum minuman keras. Siapa yang mati dalam keadaan mabuk, maka malaikat yang datang dalam kondisi mabuk. Matanya merah dari cahaya api neraka.

Berikutnya adalah seseorang yang berjudi, perbuatan judi diharamkan dalam Islam dan hasil yang diperoleh tersebut dikatan sebagai hasil yang haram karena cara yang diperoleh tersebut tidak benar.

Berikutnya berkorban untuk berhala, seseorang yang melakukan korban bukan karena Allah maka daging hasil sembelihannya haram, dan amalannya sia-sia di hadapan Allah karena diperuntukkan tidak semata-mata karena Allah. Golongan berikutnya adalah mengundi nasib dengan anak panah.

Pada zamn dahulu mengundi nasib dengan anak panah adalah menentukan nasib seseorang dengan menggunakan busur panah yang belum memiliki bulu. Sekarang mengundi nasib dengan anak panah dapat diartikan mempertaruhkan sesuatu untuk menentukan nasib orang yang mempertaruhkan tersebut, seperti berjudi, membeli lotre, togel, undian, taruhan, dan masih banyak lagi. [NK]

 

Meneladani Keimanan Nabi Ibrahim

MASJIDANNUUR| Jakarta–Jumat penuh berkah, umat Islam seluruh dunia bertakbir, memuji kebesaran Allah. Kemenangan, pengorbanan, merasa dekat dengan Allah dan tunduk dalam irodah dan qudroh-Nya. Tidak ada yang sia-sia Allah menciptakan makhluknya di muka bumi ini, semua dalam irodah dan qudroh-Nya.

Jamaah shalat Idul Adha berbondong-bondong memadati Masjid An-Nuur dan jalanan di kawasan perumahan Permata Timur Kalimalang. Mereka datang dari lingkungan sekitar untuk mendengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan Ustadz H. Doddy Al Jambary pada Jumat 1 September 2017. Bertindak sebagai imam shalat Idul Adha adalah Ustadz Lukman.

Idul Adha tahun ini, Masjid An-Nuur menerima hewan kurban dan membagikanya ke masyarakat. Tahun 2017 ini, Masjid An-Nuur menerima hewan kurban sebanyak 6 sapi dan 10 kambing. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 September 2017.

Sementara itu dalam khutbah Idul Adha, Ustadz Doddy menyampaikan bahwa berkurban memiliki makna mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Pencipta. Kedekatan makhluk kepada Allah ini bisa dilihat dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.

Saat usia sekitar 15 tahun, Nabi Ibrahim sudah dekat dengan Allah. Begitu juga ketika Nabi Muhammad masih muda sudah dekat dengan Allah. Keduanya hidup di lingkungan yang membenci mereka. Tidak kondusif untuk mempertahankan keimanan saat itu.

Rasulullah saat tinggal di Mekah dihadapkan dengan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan kaun Quraish, begitu juga Nabi Ibrahim saat harus menghancurkan berhala raja Namrud dan ayahnya. Keduanya meninggalkan duniawi dan memilih dekat dengan Allah.

Nabi Ibrahim harus menghadapi ayahnya dan sang raja, dialah satu-satunya nabi yang ditelanjangi oleh kaumnya lalu dibakar. Namun Allah memberikan kekuatan sehingga Ibrahim merasa kedinginan meski dalam api yang membara selama 40 hari. Setelah itu, banyak kaumnya yang mengikuti ajaran Ibrahim.

Setelah selamat dari kobaran api, Nabi Ibrahim justru mendapatkan hadiah dari Allah yaitu sebagai bapaknya para nabi, karena dari Ibrahim bersama Siti Sarah dan Siti Hajar lahir keturunan Ismail dan Ishak yang nantinya muncul Nabi Musa dari garis keturunan Nabi Ishak dan Nabi Muhammad dari keturunan Nabi Ismail.

Menyikapi pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ini, kita harus meneladani keduanya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Hewan kurban yang dikorbankan harus menghapus sifat kebinatangan pada diri manusia dan menjadi lebih taat kepada Allah.

Kecintaan kepada dunia harus dijauhkan dan lebih mengutamakan kepentingan akhirat. Menjadi muslim saja tidak cukup, tapi harus ada upaya untuk menjadi mukmin di hadapan Allah. Karena itu diperlukan pengorbanan untuk menjadi mukmin yang baik.

“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24).

 

 

Majelis Panah An-Nuur Gelar Lomba Panah

Majelis Panah An-Nuur Gelar Lomba Panah

MASJIDAN-NUUR| Masjid An-Nuur melalui Majelis Panahan An-Nuur (MPA) menggelar lomba panahan tradisional bertajuk ‘Dengan memanah Bangun Ukhuwah’ pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di lapangan Masjid An-Nuur.

Menurut Ketua Panitia, Zul Lubis kegiatan panahan tradisional ini baru pertama kali digelar. “Alhamdulillah acara turnamen berjalan dengan lancar yang diikuti oleh 25 peserta,” katanya.

Zul menambanhkan, turnamen panahan ini diikuti dari luar kota Jakara, seperti Sidoarjo, Karawang dan wilayah Jabodetabek. “Acara secara keseluruhan baik, sesuai rencana 90 persen berjalan maksimal,” ujarnya.

Kegiatan yang disponsori oleh perusahaan jasa pengiriman Pandu Logistics ini berhasil memilih pemanah terbaik, yaitu juara 1: Didi Supandi (Karawang), juara 2: M Yusuf ( Tangerang) dan juara 3: Abu Umar (Bogor).

“InsyaAllah ini akan menjadi kegiatan rutin yang di lakukan MPA, selain ada turnamen internal komunitas,” paparnya.

Zul berharap, kedepan turnamen ini menjadi inspirasi bagi masyarakat muslim umumnya dan komunitas masjid khususnya, sehingga melahirkan pemanah-pemanah berbakat dan tangguh, sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. [NK]

 

Haji Fondasi Bangun Negara dan Bangsa

Haji Fondasi Bangun Negara dan Bangsa

Oleh: H. Emil Azman Sulthani (Bidang Peribadatan Masjid An-Nuur)

Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laasyariikalaka labbaik, innal hamda wanni’mata laka walmulk, laasyariikalaka labbaik, ….”, demikian suara gemuruh talbiyah yang didengungkan oleh para jamaah haji dari berbagai bangsa dan penjuru dunia yang berdatangan ke Tanah Suci Makkah Al Mukarramah untuk menunaikan ibadah haji.

Kalau kita renungi lebih dalam lagi, peristiwa haji ini dapat menjadi momentum untuk mengambil hikmah dan pelajaran serta perjuangan nabi Ibrahim AS dan keluarganya dalam upaya membangun fondasi peradaban berbangsa dan bernegara secara universal di alam jagad raya ini.   

Setidaknya ada lima fondasi utama yang dicontohkan oleh nabi Allah Ibrahim AS dalam upaya membangun bangsa dan negara menuju bangsa dan negara yang bermartabat sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran “baldatun thayyibatun warabbun ghafuur”.

Pertama adalah fondasi akidah. Nabi Ibrahim AS adalah seorang khalilullaah (kekasih Allah) yang memiliki akidah tauhid yang kuat, meski dibakar di atas bara api dan kepatuhannya atas perintah berkhitan oleh Allah SWT di kala dewasa, lalu kerelaannya untuk menyembelih putranya nabi Ismail AS, serta kerelaannya berlepas diri dari siapapun dari kemusyrikan, termasuk orang tuanya yang tidak mau bertauhid kepada Allah SWT, yang diabadikan Allah dalam QS Al Mumtahanah(60): 4.  Fondasi tauhid inilah modal dasar yang sesungguhnya dalam bernegara dan berbangsa yang bermartabat yang menandai kiprah suatu bangsa dan negara.

Kedua adalah fondasi akhlakul karimah. Pelaksanaan ibadah haji adalah momen ibadah yang suci. Setiap umat Islam yang diberikan kemuliaan untuk memenuhi panggilan Allah ke rumahNya harus menjaga perilaku dan etika antar sesama jemaah haji. Hal ini ditegaskan Allah dalam QS Al Baqarah(2): 197. Akhlak yang mulia inilah sebagai pengejawantahan yang hakiki dari modal akidah kepada Allah SWT, bagi suatu bangsa dan negara yang beradab.

Ketiga, fondasi ilmu pengetahuan. Ini tercermin dalam pelaksanaan manasik haji yang baik dan benar. Barang siapa yang mengharapkan kebahagiaan di dunia dan akhirat harus memiliki ilmu dan pengetahuan untuk kedua hal ini. Tingginya ilmu pengetahuan seseorang, suatu bangsa dan negara bukan karena gelarnya, tetapi bagaimana ilmu dan pengetahuan tersebut bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Dalam HR Ad Dailami, nabi Sulaiman AS memilih ilmu dari pada harta benda dan kerajaan dan akhirnya beliau diberi ilmu harta benda dan kerajaan.

Keempat  fondasi ukhuwah dan kebersamaan. Pelaksanaan ibadah haji adalah gambaran persatuan umat Islam seluruh dunia. Jamaah haji saling mengenal, bertegur sapa, mendoakan tanpa membedakan ras, suku bangsa, pangkat dan derajat, semuanya sama di mata Allah SWT. Semangat ukhuwah ini jika  diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya menjadikan suatu bangsa dan negara akan berwibawa di mata bangsa dan negara lainnya. Seperti ditegaskan Allah dalam QS Al Hujurat(49): 10.

Kelima fondasi penguatan ekonomi keumatan. Ketika nabi Ibrahim AS meninggalkan nabi Ismail AS dan ibunya Siti Hajar di lembah Bakkah yang berupa padang tandus yang tidak ada apa-apanya, beliau berdoa mengangkat tangan kepada Allah, supaya mereka diberikan kemudahan rezeki yang baik dan halal (QS Ibrahim(14): 37). Ternyata doa ini dikabulkan Allah SWT sampai sekarang yang dapat dinikmati oleh seluruh jamaah haji sedunia. Bagaimana fasilitas berhaji yang semakin nikmat, kemudahan ibadah yang semakin terasa, dan berlimpahnya segala macam buah-buahan dan makanan walaupun kota Makkah bukan suatu daerah yang subur. Berputarnya ekonomi keumatan yang dapat dinikmati oleh seluruh manusia di muka bumi ini, baik yang berhaji maupun tidak.

Jika kelima fondasi ini dapat dipraktikkan oleh seluruh jamaah haji khususnya jamaah haji Indonesia, bukan saja haji yang mabrur yang akan didapatkan, melainkan akan berefek pula kepada pembangunan karakter bangsa dan negara Indonesia, yang akhir-akhir ini semakin jauh dari tujuan negara baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Semogalah seluruh jamaah haji Indonesia setelah pulang ke tanah air nanti, menjadi contoh dan pelopor dalam pembangunan fondasi bangsa dan negara Indonesia sesuai dengan yang kita cita-citakan bersama, negara dan bangsa yang dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT.

Bermohon dan berdoa kita kepada Allah SWT supaya seluruh jamaah haji Indonesia diberikan keselamatan pergi dan pulang dengan mendapat predikat haji mabrur dan diberi kekuatan untuk mempraktikkannya nanti setelah kepulangan mereka di tanah air tentang hikmah haji yang didapatkan, serta menjadi contoh dan teladan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang bahagia di dunia dan di akhirat, seperti doa yang selalu kita semua membacanya. “Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Aamiin yaa mujiibas saailiin. Wallaahu a‘lam bishshawaab. [NK]

 

 

 

Damai Indonesiaku Bersama Ustadz Arifin Ilham di Masjid An-Nuur

Damai Indonesiaku Bersama Ustadz Arifin Ilham di Masjid An-Nuur

MASJIDANNUUR| Jakarta–Pengajian bulanan pada Sabtu, 5 Agustus 2017 di Masjid An-Nuur berbeda dengan biasanya. Pasalnya, pengajian kali ini disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta, TVOne dalam program Indonesia Damai.

Pengajian bulanan kali ini, Ustadz HM Arifin Ilham ditemani oleh seorang ustadz senior yaitu KH. Tohri Tohir dengan tema pembahasan seputar ibadah haji.

Dalam paparannya, Kiai Tohri Tohir menjelaskan bahwa dalam ibadah haji ada banyak nilai pelajaran yang bisa diambil sebagai pemeblajaran umat Islam. Ibadah haji memiliki nilai pendidikan moral paling tinggi, seperti dalam pendidikan keimanan digambarkan dalam ihram, pendidikan akhlaq dalam ibadah yaitu thawaf, pengorbanan dalam sai, kepasrahan melalui wukuf, dan jihad melalui tahalul.

Sementara itu Ustadz HM Arifin Ilham dalam tausiyahnya mengatakan, haji merupakan rukun Islam yang kelima dan hukumnya fardu ain bagi setiap mukmin yang mampu untuk menunaikan haji. Hakekatnya, pribadi mukmin untuk berjuang melakukannya karena itu rukun Islam. Allah akan menyenangi seseorang yang terus berikhtiar untuk bisa berhaji dan Allah menyukai hamba yang maksimal dalam berusaha.

Siapa yang megutamakan Allah, maka Allah utamakan dia, dan Allah membanggakan di depan para malaikatnya. Haji perjalanan menuju Allah, memenuhi undangan Allah. Mereka bergerak menuju Allah, Allah rahmati mereka dan ampuni mereka.

Ketika mereka menjalankan wukuf di arafah, Allah membanggakan mereka di depan para malaiatkanya. Para tamu Allah melakukan perjalanan dan doanya mustajab, sebelum sampai ke tanah suci, doa-doa mereka diijabah Allah.

Karena itu haji perjalanan puncak  dari rukun Islam, meninggalkan keluarga dan tanah air, ia tanggalkan pakaian kehormatan, pangkat. Ketika hanya berpakaian ihram, siap mati, dan kain kafan yang menemaninya.

Dari pakaian ihram, maka ia aka banyak mencari bekal sebanyak banyaknya karena ia akan selamanya dia kahirat, dia akan mencari sahabat yang baik, tidak mau menyakiti siapapun. Karena ia tahu semua akan menjadi saksi di akhirat.

Haji mabrur, kumpulan dari ibadah amal sholeh, karena itulah hamba yang melakukan ibadah haji puncaknya menjalani wukuf di Arafah. Merenungi diri siapa sebenarnya. Semua kembali dari tanah. Kita semua akan kembali ke tanah.

Haji hakikatnya adalah cinta kepada Allah, perjalanan nabi Ibrahim mencintai Allah. Rela anak yang tercinta dikorbankan untuk Allah, Siti Hajar juga rela dikorbankan. Ismail yang bermakna sangat mendengar ajakan ayahnya karena perintah Allah, rela untuk dikorbankan.

Siapapun yang mencintai Allah akan berjuang untuk menunaikan ibadah haji dan berkurban yang terbaik untuk Allah. Kalau sudah cinta kepada Allah, maka dia akan shalat, puasa, zakat. Semoga kita terus istiqomah dalam mencari keridlaan Allah. [NK]

 

Pandu As Shofwa Berangkatkan 21 Jamaah Haji

Pandu As Shofwa Berangkatkan 21 Jamaah Haji

MASJIDANNUUR.com| Sebanyak 20 calon jamaah haji asal Pandu As Shofwa berangkat menuju Madinah pada Selasa, tanggal 15 Agustus 2017 berangkat dari Masjid An-Nuur Pemata Timur Kalimalang Jakarta Timur.

Para jamaah yang tergabung dalam travel Pandu As Shofwa menjalankan rukum Islam kelima. Dalam rombongan yang berangkat, ada sebanyak 6 karyawan Pandu Logistics yang menjadi jamaah haji. Mereka karyawan senior yang diberangkatkan dari perusahaan karena dedikasinya yang baik.

Masjid An-Nuur selalu menjadi tempat awal keberangkatan para jamaah yang tergabung di Pandu As Shofwa. Nampak hadir dalam pelepasan calon jamaah haji, Ketua Pembina DKM Masjid An-Nuur yang sekaligus CEO Pandu Logistics, HM. Bhakty Kasry.

Semoga jamaah yang berangkat bisa menjalankan rukun Islam ini dengan sempurna, dan pulang menjadi haji yang mabrur. [NK]

 

Jamaah Mulai Padat, Berikut Tips di Masjidil Haram

Jamaah Mulai Padat, Berikut Tips di Masjidil Haram

MAKKAH— Masjid al-Haram sudah mulai dipenuhi olah jamaah dari berbagai negara. Kepadatan pun tak terhindari terutama di jam-jam tertentu terutama dari sejak shalat ashar hingga tengah malam waktu Arab Saudi.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah Arab Saudi, Sabtu (12/8), jamaah meluber hingga di pelataran jelang shalat Maghrib. Begitu juga di tiap lantainya hingga lantai tiga. Jamah padat, apalagi di area thawaf di depan Ka’bah. Berikut ini sejumlah tips dari redaksi untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar Masjid al-Haram, semoga bermanfaat:

  • Berangkatlah lebih awal. Direkomendasikan jika ingin beribadah di Masjid al-Haram, bergegaslah setelah shalat Ashar. Rentang waktu ini paling digemari oleh para jamaah haji, tak terkecuali jamaah Indonesia, untuk berumrah atau sekadar beribadah di Masjid al-Haram adalah waktu ashar hingga tengah malam waktu Arab Saudi. Seperti penuturan jamaah asal Tulungagung, Yazid Busthami. “Enak mas kalau jam segini tidak panas,” kata dia di temui di bus shalawat jurusan Shisha-Syaib Amir, Sabtu (12/8).
  • Pertahakankan wudhu Anda. Ini penting lantaran jarak jarak antara ruangan masjid dan tempat berwudhu cukup jauh. Di jam-jam tersebut, seringkali pula terjadi penumpukan di toilet dan tempat wudhu. Dan di saat padat seperti sekarang, pihak keamanan Masjid al-Haram memberlukan buka tutup. Jelang shalat Maghrib dan ‘Isya, mereka munutup akses menuju masjid bagian dalam. Kita hanya akan diperbolehkan shalat dipelataran. Peraturanini untuk menghindari penumpukan jamaah di bagian dalam masjid. Tapi jangan khawatir, jika memang Anda berada di luar, kipas pendingin lengkap dengan semprotan air membuat sejuk.
  • Jangan sesekali membawa uang, perhiasan, atau barang-barang berharga selama beribadah di Masjid al-Haram. Ini sangat rawan, tidak hanya karena tindak criminal, tetapi juga rentan terlupa. Sudah banyak laporan masuk ke perlindungan jamaah (linjam) terkait barang yang tertinggal karena lupa.
  • Jika Anda berombongan, sepakatilah titik temu untuk berjaga-jaga jika Anda berpisah. Tempat paling mudah ada di depan Tower Zamzam, tepat di depan Pintu King Abdul Aziz. Atau bisa juga di pintu keluar Marwah, melalui Gerbang Bab as-Salam (baca, Babussalam). Gerbang ini lebih memudahkan lagi bagi Anda menuju dua terminal bus jemputan yaitu Terminal Bab Ali dan Terminal Syaib Amir.
  • Bawalah selalu identitas dan kartu bus jemputan (shalawat Anda). Identitas itu meliputi kartu tanda pengenal, kartu hotel, gelang, dan atribut lain yang selama ini melekat. Identitas tersebut memudahkan petugas untuk mengenali Anda jika dalam kondisi tersesat.
  • Bawalah selalu botol air minum. Jika Anda ingin beribadah wajib dan sunat berlama-lama di Masjid al-Haram ini sangat membantu. Isilah dengan air zamzam yang tersedia di sejumlah titik. Dan tentu jangan lupa, perbanyaklah beribadah, zikir, dan beristighfar selalu. [NK]

Undangan Pengajian Bulanan di Masjid An-Nuur Bersama Ustadz Arifin Ilham

Undangan Pengajian Bulanan di Masjid An-Nuur Bersama Ustadz Arifin Ilham

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Pengajian bulanan di Masjid An-Nuur yang telah berlangsung setiap Sabtu pekan pertama setiap bulan, kini akan dimulai lagi pada Sabtu, 05 Agustus 2017. Pengajian ini bertepatan dengan rangkaian acara pengajian yang disiarkan langsung oleh TVOne.

Dalam pesan singkatnya, Ustadz HM Arifin Ilham menuliskan tausiyah sebagai berikutL “SubhanAllah, tiada hati terbaik, Pikiran terbaik, Ucapan terbaik, Harta terbaik, Ilmu terbaik, Waktu terbaik, Jabatan terbaik, Popularitas terbaik, dan Hidup terbaik. Kecuali digunakan untuk IBADAH dan DA’WAH di JALAN ALLAH.”

“InsyaAllah hari ini abang khutbah Jumat di mesjid Az Zikra Sentul, Sabtu Siaran Langsung Damai Indonesiaku TV ONE mulai 12 30 – 14 30 setelah zhuhur berjamaah di Masjid An Nuur perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur, dan kembali ZIKIR AKBAR ahad mulai 07 00 di Masjid Az Zikra Sentul Bogor,” demikian pesan singkat Ustadz HM Arifin Ilham yang diterima Masjid An-Nuur.

Sementara itu Emil Azman Sulthoni menghimbau kepada para jamaah Masjid An-Nuur untuk bisa megikuti pengajian bulanan ini dengan baik. Bulan Agustus ini waktu pelaksanaan dimajukan setelah shalat Dhuhur. “Biasanya diselenggarakan setelah shalat Ashar,” katanya.

Pengajian bulanan ini selain dihadiri Ustadz Arifin Ilham juga diisi oleh KH. Tohri Tohir. Perubahan jadwal ini menyesuaikan program acara televisi swasta yang menayangkan secara langsung pengajian Ustadz Arifin Ilham. “Semoga acara berjalan lancar dan membawa manfaat bagi para jamaah, amiin,” tuturnya. [NK]

Deklarasi Parade Munajat 212 untuk Gerakan Doa Nasional

Deklarasi Parade Munajat 212 untuk Gerakan Doa Nasional

MASJIDANNUUR.com|Jakarta–Doa menjadi kekuatan dahsyat yang melengkapi perjuangan ummat Islam. Dengan berdoa, ummat Islam menyadari bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Untuk mengajak ummat Islam selalu berdoa secara massif, sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia dan alumni Aksi Bela Islam 212 mendeklarasikan berdirinya Parade Munajat 212.

“Berusaha dan berjuang adalah satu hal. Sedangkan berdoa adalah hal lain. Keduanya harus saling melengkapi. Islam mengajarkan, bahwa hanya kepada Allah SWT yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa kita menyandarkan diri. Itulah sebabnya, hari ini kami deklarasikan Parade Munajat 212 sebagai gerakan Indonesia Berdoa,” ujar Ketua Parade Munajat 212 Edy Mulyadi, di Jakarta, Jumat, (14/7).

Ketua Dewan Pembina Parade Munajat 212 ustadz Muhammad Yusuf Marta mengatakan, umat Islam adalah pejuang tangguh. Aksi Bela Islam berjilid-jilid karena penistaan al Quran yang melibatkan jutaan massa, adalah bukti nyata ketangguhan ummat Islam Indonesia. Setahun sebelumnya, dengan izin dan kehendak Allah ummat Islam menggelar Parade Tauhid Indonesia yang melibatkan 300.000 massa. Potensi ini akan semakin dahsyat jika dilengkapi dengan doa terus-menerus.

Aksi-aksi tersebut sekaligus membuktikan ummat Islam Indonesia adalah ummat beradab. Adalah fakta, bahwa ummat Islam mampu bersatu dan berkumpul dalam jumlah amat besar tanpa berbuat anarkis.

“Semua itu menunjukkan potensi ummat Islam yang luar biasa. Parade Munajat 212 bermaksud menjadi perekat sekaligus menginisiasi kegiatan berdoa yang melibatkan ummat secara massif. Tidak hanya di Jakarta, kami juga berharap kegiatan serupa bisa diselenggarakan di daerah-daerah. Kelak, dengan izin Allah, akan dibentuk perwakilan-perwakilannya di daerah,” ungkap ustadz Yusuf.

Senada dengannya, Sekjen Parade Munajat 212, Bilal Muhammad menjelaskan gerakan doa bersama menjadi urgen untuk menumbuhkan optimisme masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi krisis multi dimensi.

“Dengan doa kita ingin tumbuh harapan di masyarakat, mereka merasa punya pegangan kepada Allah Swt saat menghadapi berbagai problematika. Dengan doa juga tumbuh semangat persatuan umat dan pembersihan hati untuk ikhlas, sabar, dan tawakal,”tuturnya.

Kelahiran Parade Munajat 212 dibidani sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia pada 2015 dan alumni Aksi Bela Islam 212. Selain Edy Mulyadi, ada aktivis gerakan Islam Budhi Setiawan sebagai Wakil Ketua dan jurnalis Bilal Muhammad sebagai Sekretaris. Ustadz Muhammad Yusuf Marta duduk sebagai Ketua Dewan Pembina. Selain itu juga ada Ust Zaid M Bachmid dan ust M Zainal Muttaqin sebagai anggota Dewan Pembina. [NK]

Malam ke-21, Jamaah Qiyamullail Masjid An-Nuur Membludak

Malam ke-21, Jamaah Qiyamullail Masjid An-Nuur Membludak

MASJIDANNUUR.com| Jakarta–Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, masjid mulai ramai dipadati jamaah yang ingin beri’tikaf. Salah satunya adalah Masjid An-Nuur Permata Timur Kalimalang Jakarta Timur ini. Di malam ke-21, Jumat dini hari dipadati jamaah yang ingin shalat qiyamullail berjamaah.

Masjid An-Nuur setiap datang Ramadhan selalu menyelenggarakan program qiyamullail berjamaah pada sepuluh hari akhir Ramadhan. Tak hanya itu, jamaah juga mendapatkan hidangan nasi kotak untuk sahur secara gratis dari DKM Masjid An-Nuur. Seluruh kegiatan ini disponsori oleh Pandu Logistics.

Malam ke-21 ini dari pantauan di lokasi, kupon nasi kotak yang terbagi mencapai 600 kupon. Artinya, jamaah yang datang pada qiyamullail perdana ini telah mencapai 600 jamaah. Tak heran jika jamaah shalat qiyamullail hingga meluber ke teras masjid.

Pada malam ke-21, penceramah diisi oleh Ustadz H. Agung Yulianto dengan tema bahasan seputar amalan-amalan di bulan Ramadhan. Menurut Ustadz Agung, ada amalan yang jika dikerjakan pahalanya sangat besar bahkan melebihi shalat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di antara amalan itu adalah sedekah, berdakwah dan pemimpin yang adil.

Makanya tidak heran, tambah Ustadz Agung, para sahabat menyedekahkan hartanya di jalan Allah dengan totalitas, bahkan mereka berdakwah hingga di luar wilayah Arab. Meskipun mereka dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tapi mereka memilih merantau untuk berdakwah.

“Amalan-amalan itu jika dikerjakan dengan ikhlas semata-mata karena Allah, pahalanya akan melebihi shalat berjamaah di dua masjid tersebut,” ungkapnya. [FATH]

 

 

ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID