Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Berita

Almuzzammil Yusuf: Aparat harus Menguak Jaringan Penganiyaan Ulama

Almuzzammil Yusuf: Aparat harus Menguak Jaringan Penganiyaan Ulama

Jakarta, –Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf meminta aparat segera menguak jaringan pelaku penganiayaan para ustadz dan ulama di Jawa Barat.

Muzzammil secara tegas mendesak aparat sesegera mungkin mengungkap jaringan pelaku sehingga motif pelaku pengeroyokan para ulama di Jabar yang terjadi berturut dapat segera diketahui. Apakah benar pelaku memiliki gangguan kejiwaan atau memiliki motif lainnnya.

“Kita apresiasi penangkapan pelaku tetapi ungkap apa benar pelaku gila? Jangan sampai jadi modus di daerah lain. Pengeroyokan ustadz dan ulama di wilayah Jawa Barat sudah meresahkan masyarakat terutama para pemuka agama Islam,” ujar Muzzammil di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Jika aparat lamban dalam mengungkap tabir dari peristiwa pengeroyokan ulama ini, ujar Muzzammil, bukan tidak mungkin korban akan terus bertambah. Ia mengingatkan aparat terkait peristiwa beberapa waktu silam seperti dukun santet dan kasus kolor ijo. “Jika kembali jatuh korban akan memberikan reputasi buruk atas kinerja aparat keamanan,” papar dia di portal PKS.

Politisi PKS asal Lampung ini menilai selama ini kepolisian sangat responsif dengan kasus terorisme dan cepat mengungkap jaringannya. Teranyar, polisi berhasil mengungkap kasus terorisme di Temanggung, Jawa Tengah dengan sangat cepat. Muzzammil yakin, jika aparat serius, maka teror terhadap para ustadz dan ulama juga bisa diungkap dengan cepat.

“Jika jaringan dan motifnya cepat diungkap maka mereka tidak akan memperluas wilayah anarkismenya. Terlebih situasi pilkada yang harus dijaga agar kondusif secara keamanan,” ujar Muzzammil menegaskan.

PKS, tutur Muzzammil, merasakan dukacita mendalam atas wafatnya Ustadz R. Prawoto akibat aksi penyerangan, serta merasa prihatin atas terlukanya KH Emon Ujar Basr dalam kejadian penyerangan lainnya di Jawa Barat. [fathur]

Pimpinan Buntet: TGB Layak jadi Pemimpin Nasional

Pimpinan Buntet: TGB Layak jadi Pemimpin Nasional

Cirebon,–Dalam safari dakwahnya di Cirebon, Tuan Guru Haji Dr Zainul Majdi MA atau yang kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) singgah di Pesantren Buntet.

Pimpinan Pesantren Buntet, KH Adib Rofiuddin mengungkapkan, Gubernur NTB itu layak menjadi salah satu pemimpin nasional di masa yang akan datang.

“Beliau dalam akhlak sudah luar biasa. Jadi menurut saya beliau layak menjadi pemimpin nasional,” kata Kiai Adib, Jumat (2/2/2018).

Kiai Adib juga mengaku bersyukur karena kedatangan TGB di Buntet dapat memberikan motivasi bagi santri untuk lebih giat lagi belajar.

“Alhamdulillah Tuan Guru Bajang bisa bersilaturrahim ke Buntet, paling tidak kita sesama dari pesantren yah. Bersama santri dan alumni-alumni Al Azhar bisa menyatu, berkumpul, memperkuat ukhuwah, dan banyak sekali hikmahnya kita bertemu beliau di sini,” katanya.

Kiai Adib merupakan kakak dari kawan seangkatan TGB di Al Azhar Mesir, Ustadz Naim. TGB merasa bersyukur bisa bertemu sahabatnya dan berkumpul di kediaman Kiai Adib

“Saya merasa bersyukur bisa bertemu sahabat-sahabat di sini,” katanya kepada Forum Jurnalis Muslim (Forjim).

Selama di kediaman Kiai Adib, TGB berbincang dengan para alumni Al Azhar tentang kenangan mereka sewaktu di Mesir.

“Saya ingat beliau jago main bola,” tunjuk TGB kepada salah satu kawan lamanya yang ikut hadir.

Selain membicarakan mengenai perihal masa-masa kuliah, mereka juga membahas berbagai hal mengenai keumatan. [fathur]

Mufti Perlis Safari Dakwah di Indonesia

Mufti Perlis Safari Dakwah di Indonesia

Jakarta— Sejak dulu hubungan Indonesia-Malaysia sangat kuat. Selain karena masih satu rumpun Melayu, masyarakat Indonesia dengan Malaysia diikat dengan Islam yang dipeluk oleh mayoritas warga kedua negara.

Berbeda dengan Indonesia yang tidak memiliki mufti, Malaysia terdiri dari beberapa negara bagian dan masing-masing negara bagian memiliki Mufti sendiri. Istilah mufti sendiri merujuk kepada ulama yang memiliki otoritas memberi fatwa keagamaan, tempat bertanya umat soal-soal keagamaan dengan dimensi yang luas. Di sejumlah negara termasuk Malaysia, posisi Mufti menjadi bagian dari pejabat pemerintah resmi urusan fatwa atau agama. Fatwanya mengikat dalam kehidupan sosial dan yuridiksi hukum Pengadilan.

Saat ini Mufti negara bagian Perlis, dijabat oleh Dr. Mohd Asri Zainul Abidin atau yang dikenal dengan nama Dr. Maza. Sosok ulama muda ini sering dituduh sebagai Wahabi. Terlepas dari tuduhan itu semua, Dr Maza termasuk salah satu tokoh Islam terkemuka yang ada di Malaysia. Dalam beberapa hari kedepan ia akan melakukan safari dakwah di Indonesia.

Ada yang menarik dari alasan kenapa Dr Maza tertarik untuk melakukan kunjungan safari dakwah ke Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena nama besar Buya Hamka. “Diantara tokoh pembaharu di tanah melayu, maka Buya Hamka memiliki dampak paling besar terhadap perubahan umat,” katanya di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Dia mengaku pertama kali mengenal Buya Hamka setelah membeli kaset ceramahnya yang berjudul Bersyukur.

Ketua perkumpulan sahabat dakwah internasional Ustaz Al Bukhori Al Wahid menyatakan Dr. Maza sangat mengagumi sosok buya Hamka sebagai tokoh tajdid (pembaharu).

” Insya Allah Dr. Maza direncanakan akan ceramah usai salat Jumat di Masjid Al Azhar dengan judul Buya Hamka, Ibrah dan Teladan Tokoh Pembangun Ummah,” katanya.

Dr Maza tercatat sebagai Mufti termuda dalam sejarah Malaysia. Saat ini lelaki kelahiran 1971 ini menjadi tokoh agama paling berpengaruh dengan gerakan reformasi pemikiran “Minda Tajdid” untuk membebaskan umat dari kejumudan, taqlid buta dan fanatisme sempit. [fathur]

Suara Dunia Usai Trump Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel

Suara Dunia Usai Trump Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel

MASJIDANNUUR| Ungkapan “Amerika adalah Israel besar dan Israel adalah Amerika kecil” terus terbukti. Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengumuman itu disampaikannya lewat sebuah pidato di Gedung Putih.

“Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017).

“Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya mengantarkan,” imbuhnya.

Trump menyebut keputusannya sebagai langkah yang sudah lama terlambat untuk memajukan proses perdamaian.

Lalu bagaiman reaksi dunia atas pengumuman Trump ini?

Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak pengumamn Trump. Abbas menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota abadi Palestina

Sementara kelompok Islam Palestina Hamas mendesak orang-orang Arab dan Muslim untuk ‘melemahkan’ pengaruh AS di wilayah tersebut, menjauhi Israel

Iran
Media pemerintan Iran mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri melaporkan Teheran “secara serius mengutuk” keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalemdan menganggap hal itu melanggar resolusi internasional.

PBB
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan tidak ada alternatif lain selain solusi dua negara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

“Saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina untuk kembali ke perundingan yang berarti,” kata Guterres.

Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyesali keputusan sepihak Trump dan Prancis tidak mendukungnya.

Lebanon
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan keputusan Trump mengancam proses perdamaian dan stabilitas wilayah tersebut

Turki
“Pak Trump, Yerusalem adalah garis merah untuk muslim. Ini adalah pelanggaran hukum internasional untuk mengambil keputusan mendukung Israel sementara luka masyarakat Palestina masih mengeluarkan darah,” kata Presiden Erdogan.

“…ini bisa berujung pada pemutusan hubungan antara Turki dengan Israel. Saya memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengambil langkah yang akan memperdalam masalah di kawasan,” tegasnya.

Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.” [NK]

Sumber: suara-islam.com

Empat Rahasia Amalan Waktu Shubuh

Empat Rahasia Amalan Waktu Shubuh

MASJIDANNUUR| Waktu subuh adalah waktu yang istimewa, karna disana banyak terdapat rahasia amalan yang biasa Rasulullah SAW lakukan. Berikut beberapa rahasia di waktu subuh menurut Syekh Ali Jaber.

1.Salat Subuh Berjamaah Seperti Salat Malam Sepanjang Malam

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang shahih.“…Barang siapa yang melakukan salat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat malam sepanjang waktu malam itu”. (HR. Muslim dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

Ternyata pahala yang begitu besar bisa kita dapatkan dari ikut salat subuh berjamaah di masjid yaitu seperti salat malam sepanjang malam. Apakah diantara kita ada yang mampu untuk melaksanakan salat sepanjang malam?. Saya yakin sangat berat sekali untuk bisa mengerjakannya, tapi dengan salat subuh berjamaah Insha Allah pahalanya sama seperti salat malam sepanjang malam.

  1. Ketika Adzan Subuh Berkumandang

Ketika mendengar adzan pada saat hendak salat subuh banyak yang tidak mengetahui sehingga tidak mengikuti saat muadzin mengumandangkan adzan. Padahal ada sebuah hadits yang menjaminkan kita diampunkan dari semua dosa sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim khususnya saat muadzin sedang mengucapkan Ashadualla Ilahailallah  Ashadu anna Muhammad Rasulullah  kita menjawab: “Wa anna ashadualla ilahailallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, radhitu billahi rabba wabil muhammadin nabiyya wabil islamidina. Diampuni Allah dosa yang telah lalu” (Hadist Riwayat Muslim).

  1. Ketika Selesai Adzan Subuh

Ketika selesai adzan jangan lupa kita salawat dulu kepada Nabi Muhammad SAW baru baca doa sesudah adzan. Banyak diantara kita yang langsung membaca doa sesudah adzan. Padahal diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwasanya Rasulullah menyuruh kepada kita bersalawat kepadanya kemudian baru membaca doa sesudah adzan, kita dijamin akan mendapat syafaat Rasulullah SAW di akhirat kelak

  1. Sedekah Subuh

“Bersedekah pada saat subuh didoakan malaikat. Doa malaikat: Ya Allah berikanlah pengganti yiang berkah pada hambamu yang berinfak” (Hadits Riwayat Bukhari).

Biasakan bersedekah pada saat subuh walaupun itu cuman seribu, dua ribu atau lima ribu tapi lakukan dengan rutin karena disitu dapat doa malaikat, bukan hanya saja doa malaikat tetapi doa Nabi Muhammad SW. Bukan hanya menjadi sebuah kebiasaan tetapi dihayati, disitulah akan terasa perubahan yang luar biasa baik dari segi rizki, dari segi ketenangan, dari segi pikiran, bahkan dari segi ibadah.

 

 

Memperbaiki Kualitas Iman

Memperbaiki Kualitas Iman

MASIDANNUUR| Allah telah memberikan banyak kesempatan kepada manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ada yang diwajibkan, ada yang disunnahkan semua itu untuk memperbaiki kualitas keimanan seseorang.

Pengajian pekanan yang diselenggarakan Masjid An-Nuur disampaikan oleh Ustadz Tengku Zulkarnaen pada Ahad, 9 Shafar 1439/ 29 September 2017 dengan mengambil tema memperbaiki kualitas iman.

Menurut Ustadz Tengku, hidup di dunia tidak lama, 60 tahun lebih dari itu adalah bonus dari Allah. Bonus itu seharusnya digunakan dengan sebaik-baiknya agar nanti ketika mati dalam kondisi husnul khatimah.

Malaikat pencatat amal terus mencatat setiap amalan yang kita lakukan setiap saat. Bagi seorang mukmin berusia lanjut maka Allah akan lihat amal kebaikannya. “Makanya kasihan jika melihat yang sudah tua tapi tidak bertaubat untuk memperbaiki amalnya,” tuturnya.

Allah benar-benar sayang pada hambanya, hal ini terlihat dari ketika manusia berbuat satu dosa itu satu imbalannya, tapi berbuat satu kebaikan maka sepuluh lipat pahalanya. Sedangkan bagi yang bersedekah maka 700 lipat pahala. “Karena Allah tahu manusia sifat dasarnya pelit,” katanya.

Allah Maha Adil, adil itu bukan sama rata dan sama rasa. Dalam Islam adil itu tidak harus sama. Tapi serasi dan seimbang. Memembuat kopi dengan prinsip sama rata sama rasa maka airnya segelas, kopi segelas, dan gula segelas. Maka rasanya tidak akan enak. Jadi harus serasi dan seimbang air segelas, kopi satu sendok, dan gula dua sendok.

Allah selain kasih sayang kepada kita, tapi juga memiliki adzab yang sangat pedih. Malaikat saja takut dengan adzab Allah. Makanya makhluk di dunia yang paling berani dengan Allah itu adalah jin dan manusia.  “Semoga kita terhindar dari amal keburukan dan selalu istiqomah dengn amal kebaikan,” ujarnya. []

 

 

 

 

Mengingat Allah dengan Selalu Berdzikir

Mengingat Allah dengan Selalu Berdzikir

Oleh: Emil Azman Sulthani

Istilah dzikir berasal dari bahasa Arab dzakara, yadzkuru, dzikran. Artinya menyucikan, memuji, mengingat, menutur, menyebut dan melafalkan Allah. Dalam Al Quran kita dapat menemui kata adzdzikra dalam berbagai bentuk dan ragam makna sebanyak 280 kali. Dzikir dalam istilah bahasa berarti mengingat dan menyebut Allah. Seseorang yang mengingat Allah maka lisannya terus menyebut Allah. Dan hatinya juga terus mengingat Allah. Mengingat gerak hati dan menyebut gerak lisan. Karena itu dzikir bisa dilakukan dengan hati, bisa pula dengan lisan (mengucap). Perpaduan keduanya akan mengantarkan pada makna khusyuk.

Dzikir sebenarnya merupakan inti dari doa yang kita panjatkan sehari-hari. Bahkan amalan yang selalu kita tautkan kepada Zat yang Menggerakkan juga bagian dari dzikir. Karena itu lazim kita temukan pembagian dzikir pada empat bentuk, yaitu dzikir qalbiyah, dzikir ‘aqliyah, dzikir lisaniyah dan dzikir ‘amaliyah.   

Pertama dzikir qalbiyah (hati), yakni dzikir dengan merasakan kehadiran Allah. Mengajak hati untuk meyakini bahwa Allah bersamanya. Sadar dan ingat bahwa Allah selalu menatap, melihat, mendengar dan mengetahui gerak gerik hati. Lintasan pikiran dan pengejawantahan ‘amaliahnya (QS Saba’(34): 3). “ … Tidak ada tersembunyi dari padaNya seberat zarrahpun yang ada di langit dan di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. Dalam terminologi agama dzikir qalbiyah ini lazimnya disebut dengan ihsan.

Kedua dzikir ‘aqliyah (akal), yaitu kemampuan menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak gerik alam. Allah yang menjadi sumber gerak dan yang menggerakkan. Sejatinya kehidupan kita masuk dalam sebuah sistem universal dari Zat yang Menciptakan. Kita berada dalam madrasah Allah, universitas jagad raya yang mencakup langit dan bumi dan terdapat hikmah yang luar biasa bagi orang-orang yang berpikir. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) ortang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali ‘Imran(3): 190-191).

Ketiga dzikir lisaniyah (lisan), yaitu buah dari dzikir hati dan dzikir akal. Lisannya senantiasa berdzikir, menyebut dan mengagungkan Allah. Apa yang ada di hati itulah yang dipikirkan, dan apa yang dipikirkan itulah yang diucapkan. Orang yang berdzikir pasti mempunyai kepribadian yang jujur. Abdullah bin Busr RA berkata, “Ya Rasulullah ajaran-ajaran Islam telah banyak padaku, maka beritahukanlah sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan”, Rasulullah SAW pun menjawab, “Biarkanlah lisanmu terus basah dengan menyebut Allah” (HR Tirmidzi).

Keempat dzikir ‘amaliyah (perbuatan), yaitu menyatukan dzikir hati akal dan lisan dengan keselarasan perbuatan. Orang yang berdzikir itu adalah al muthi’, orang yang taat kepada Allah dan RasulNya. Karena itu orientasi berdzikir adalah melahirkan pribadi-pribadi yang bertakwa kepada Allah. Dan mereka yang bertakwa akan senantiasa mendapat limpahan dari rahmat Allah SWT. Allah berfirman dalam Al Quran, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS Al A’raaf(7): 96).

Semogalah uraian singkat tentang dzikir ini dapat kita jadikan pegangan kita sebagai umat beriman yang senantiasa ingat kepada Allah SWT, dan dapat menjadi umat yang pandai bersyukur di setiap saat nafas dan nadi kehidupan kita sehari-hari. Dan haruslah dimaknai dan disikapi dengan upaya yang sungguh-sungguh dalam upaya untuk meningkatkan kualitas iman, Islam dan ihsan kita. Karena dengan hanya tiga pilar inilah kita dapat memperbaiki kualiatas keber-agamaan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jika kesemua pengertian dzikir ini dapat kita lakukan, maka sangat beruntunglah kita sebagai bangsa dengan penduduk Muslim yang terbanyak di dunia ini. Dan mudah-mudahan dapat dicontoh oleh bangsa dan negara lainnya.

Bermohon dan berdoa kita kepada Allah SWT supaya seluruh rakyat dan bangsa Indonesia diberikan kesadaran, hidayah dan taufik dalam melaksanakan dzikirullaah ini dengan dzikir yang sebenar-benarnya. Dan diberi kekuatan untuk mempraktikkannya nanti dalam perspektif kehidupan kesehariannya, serta menjadi contoh dan teladan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang bahagia di dunia dan di akhirat.  “Ya Allah ya Tuhan kami tolonglah kami untuk selalu ingat kepadaMu dan selalu bersyukur kepadaMu dan selalu memperbaiki ibadah serta mempersembahkan ibadah yang terbaik kepadaMu”. Aamiin yaa mujiibas saailiin. Selalulah menjadi hamba yang berdzikir kepada Allah SWT. Wallaahu a‘lam bishshawaab. []

 

 

Dhuha dan Jumatan di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

Dhuha dan Jumatan di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

Hampir 15 tahun program mengunjungi masjid-masjid telah dilakukan oleh Dewan Pembina DKM An-Nuur Permata Timur, HM. Bhakty Kasry bersama rombongan mulai dari Sabang hingga Merauke. Setiap kunjungan ke kota-kota di Nusantara ini, tak luput dari jadwal menjalankan shalat berjamaah di masjid.
Kunjungan kali ini adalah ke Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Rombongan melaksanakan shalat Jumat. Sebelumnya
di Masjid Pasar Bawah rombongan menggelar shalat Dhuha. Dalam rombongan ini nampak Dewan Pembina DKM An-Nuur
H. Bhakty Kasry, dua manusia ‘langka’ (H. Jubir & H. Imran), Zainul – PKU, Aziz- Lamongan, Samsul – Mojokerto, Puji –
SUB dan Surya – Pasuruan.
Masjid Agung An-Nur Pekanbaru memiliki kemiripan dengan Taj Mahal yang ada di India, selain halaman masjid yang luas sehingga view terlihat lapang membentang. Masjid ini seluruh ruangan di dalam ber-AC padahal masjidnya besar.
Kegiatan mengunjungi masjid ini sebagai kecintaannya terhadap masjid, tak heran jika slogan Cinta Masjid ini selalu menjadi slogan saat berkunjung ke masjid-masjid baik di daerah maupun luar negeri.
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi
wa sallam, beliau bersabda: “Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh
(safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid Haram, Masjid Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al-Aqshaa” [HR. Al-Bukhaariy no. 1189
dan Muslim no. 3364].
Dalam hadits lain, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tempat
yang paling Allah cintai adalah masjid. Dan tempat yang paling Allah benci adalah
pasar” (HR. Muslim)
Hadis di atas telah menginspirasi Haji Bhakty, setelah terlebih dahulu
mengunjungi tiga masjid tersebut, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan
Masjid Al Aqsha. Kini, tradisi mengunjungi masjid setiap dalam perjalanan
safar selalu menjadi agenda utamanya, baik dalam berbisnis dan liburan.
Kegiatan mengunjungi masjid ini tak lepas dari wejangan Ust. HM Arifin
Ilham yang tertulis dalam 7 sunnah Nabi.
“Semoga kegiatan berkunjung ke masjid dalam rangka cinta masjid
terus berjalan istiqomah,” ungkapnya. [Fath]

Cinta Masjid, Memburu Masjid dari Sabang sampai Merauke

Cinta Masjid, Memburu Masjid dari Sabang sampai Merauke

MASJIDANNUUR.com| Hampir 15 tahun program mengunjungi masjid-masjid telah dilakukan oleh Dewan Pembina DKM An-Nuur Permata Timur, HM. Bhakty Kasry bersama rombongan mulai dari Sabang hingga Merauke. Setiap kunjungan ke kota-kota di Nusantara ini, tak luput dari jadwal menjalankan shalat berjamaah di masjid hingga qiyamullail.

Kegiatan mengunjungi masjid ini sebagai kecintaannya terhadap masjid, tak heran jika slogan Cinta Masjid ini selalu menjadi slogan saat berkunjung ke masjid-masjid baik di daerah maupun luar negeri.

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid Haram, Masjid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al-Aqshaa” [HR. Al-Bukhaariy no. 1189 dan Muslim no. 3364].

Dalam hadits lain, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menyatakan bahwasanya pasar adalah tempat yang paling buruk. Beliau bersabda: “Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk  tempat adalah pasar” (HR. Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 3271)

Dalam hadits lain, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tempat yang paling Allah cintai adalah masjid. Dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar” (HR. Muslim)

Tiga hadis di atas telah menginspirasi Haji Bhakty, setelah terlebih dahulu mengunjungi tiga masjid tersebut, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsha. Kini, tradisi mengunjungi masjid setiap dalam perjalanan safar selalu menjadi agenda utamanya. Bahkan beliau juga mengajak beberapa jamaah dan imam seperti Ustadz Hasanudin Sinaga dll.

“Saya bersyukur bisa mengunjungi tiga masjid yang disebutkan dalam hadis Nabi, dan masjid-masjid di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Semoga kegiatan berkunjung ke masjid dalam rangka cinta masjid terus berjalan istiqomah,” ungkapnya. [NK]

 

 

 

Tahun Baru Islam, Momen Muhasabah Diri

Tahun Baru Islam, Momen Muhasabah Diri

Ustadz HM. Arifin Ilham (Pengajian Bulanan di Masjid An-Nuur)

MASJIDANNUUR.com| Ahlan wa sahlan Muharram, selamat datang Tahun Baru Islam 1439. Pergantian tahun harus menjadi pelajaran berharga untuk mengevaluasi diri selama setahun. Muslim yang baik adalah yang mempersiapkan diri untuk menghadap Allah.

Pergantian hari, pergantian bulan, pergantian tahun adalah seperti titian panjang, dimana setelah kita melewatinya sekian lama, kita akan menjumpai suatu titik akhir. Berhenti! Mati!

Semestinya pergantian hari, bulan, dan tahun merupakan pengingat bagi kita untuk menghitung-hitung seberapa banyak bekal yang sudah kita siapkan, membuat kita menunduk takut, tak mampu memamerkan wajah kesombongan dihadapan kekuatan waktu yang akan menggilas umur. Semakin mendekatkan kita ke padang kematian.

Tahun baru Islam harus menjadi momentum untuk segera berhijrah. Hijrah  ruhiyah, aqliyah, lisaniyah, dan  jasadiyah, semua harus dilakukan. Hijrah  ruhiyah, semakin mendekat kepada Allah. Hijrah  aqliyah, semakin pandai membaca peringatan-peringatan Allah dari bahasa-bahasa alam ini.

Sungguh telah tampak kerusakan di darat dan lautan karena tingkah laku manusia, agar merasakan akibat perbuatan mereka. Semua itu supaya mereka kembali kepada Allah. Jadi, peringatan itu adalah bentuk kasih sayang Allah SWT. Orang Mukmin harus pandai membaca bahasa peringatan dari Allah.

Hijrah  lisaniyah, perbanyaklah bicara kebaikan, jangan berdusta, bergunjing, menghina, memfitnah, jangan sumpah palsu. Negeri ini paling banyak sumpahnya.

Hijrah  jasadiyah, artinya semua kekuatan fisik, politik, ekonomi, sosial, budaya, komponen bangsa ini yang menjadi amanah Allah yang dicanangkan dalam kemerdekaan, ”Berkat rahmat Allah”, mari kita olah bersama dengan mewujudkan keseriusan, taat. Ini yang hilang dari kita selama ini. Hijrah, meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah dan melaksanakan totalitas segala perintah dari Allah. Jadi, hijrah jangan hanya dimaknai secara fisik, hijrah itu pindah dari Makkah ke Madinah.

Marilah kita introspeksi diri, bermuhasabah, berzikir, dan beristigfar (memohon ampunan) kepada Allah. Menurut saya, bahasa yang paling tepat untuk mengingatkan ini bukan lagi introspeksi. Itu terlalu halus. Yang tepat adalah interogasi diri! Istilah saya interogasi diri. Jadi, harus interogasi diri. Bahasa ini harus dimunculkan. Dan, ini harus semua orang melakukannya.

Hijrah itu  minazh zhulumati ilannur, dari kegelapan menuju cahaya-Nya, dari kemaksiatan kepada ketaatan. ”Dan seandainya penduduk suatu negeri benar-benar beriman dan benar-benar bertakwa kepada Allah maka Allah turunkan keberkahan dari langit dan bumi…. (QS Al-A’raf [96].

Perbanyaklah zikir, muhasabah kepada Allah SWT. Mengapa? Pergantian tahun, berarti menunjukkan makin bertambahnya umur kita, tapi semakin berkurang jatah hidup kita. Karena itu, segeralah perbaiki diri agar bisa menjadi orang lebih baik di masa-masa mendatang.

Jadi, tanda keimanan seorang Mukmin, yakni terus menghisab (mengevaluasi–Red) dirinya. Kemudian, dengan kesadaran dalam hidup ini, dia memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat. Karena, kehidupan akhirat selama-lamanya dan dunia ini cuma sebentar. Nah, waktu yang sebentar inilah harus digunakan untuk terus-menerus melakukan muhasabah. []

 

Page 1 of 512345