Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Berita

Mengenal Sirah Nabawi Tingkatkan Keimanan

Mengenal Sirah Nabawi Tingkatkan Keimanan

MASJIDANNUUR| Mengenal sejarah Nabi Muhammad SAW akan semakin menambah keimanan kita. Kecintaan kita kepada Rasulullah sebagai utusan Tuhan semakin meningkatkan amal kita dalam mengerjakan ibadah sunnah.

Pengajian yang disampaikan oleh Ustadz H. Kirman Wibowo di Masjid An-Nuur pada Ahad, 21 Januari 2018 mengambil tema Meneladani Rasulullah dengan cara mengenal lebih dekat lagi.

“Mengenal rahasia kerasulan Nabi Muhammad dengan maksud lebih meyakinkan kita menjalankan sunnahnya, tujuannya agar di akhirat nanti  Nabi memberikan syafaat kepada kita,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Kirman, ada empat hal tahapan mengenal Rasulullah, yaitu masa pra penciptaan Muhammad, masa pra kelahiran Muhammad, masa kelahiran Muhammad dan masa pra Kenabian.

Pra penciptaan Nabi Muhammad,bahwa dalam surah al-A’raf : 143, “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

Ada umat yang bisa memberi dan menerima syafaat, umat itu bisa menebus dosanya melalui sholat, umat terjaga dari kesesatan, umat itu bersuci diri dengan debu dan air, umat itu niat baik sudah dapat pahala kebaikan satu. Umat itu bisa menerima dan memberi sodakoh dan 70.000 masuk surga tanpa hisab.

Nabi Musa saat itu meminta agar umat yag 70 ribu itu adalah umat dari Nabi Musa, tapi Allah mengatakan bahwa itu untuk umat Nabi Muhammad. Ini pra penciptaan, Allah telah tunjukan kepada Musa atas sosok Rasul-Nya.

Kedua, pra kelahiran, dalam surah Al-Imran: 81, Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

Allah telah menceritakan kepada para nabi bahwa akan datang seorang rasul dan para nabi mengimaminya. Padahal Nabi Muhammad saat itu belum lahir.

Ketiga, saat kelahiran Nabi Muhammad. Lahir pada senin Rabiul awal musim bunga. Hari hijrah, menerima wahyu perdana, dan wafatnya pun hari Senin.

Keempat pra kenabian, sebelum jadi nabi, Allah jadikan nabi sebagai anak yatim tapi dilindungi Allah. Yatim, miskin, ragu tapi semua itu dilindungi Allah. Bahkan dada muhammad dibersihkan dari sifat kehewanan.

Kelima, masa kenabian. Diusia 40 tahun Rasulullah mendapatkan surat perintah dari Allah untuk dididik di Gua Hira. Datanglah wahyu bahwa dia sebagai utusan Allah. Kerasulan Muhammad untuk seluruh umat. Usia 50 tahun, pamannya yang mengasuhnya wafat. Umur 51 tahun istri khadijah meninggal, lalu Allah hibur dengan dipanggil menjalani Isra Miraj. Usia ke-52 hijrah ke Madinah dan disambut oleh Anshor. Usia 63 tahun, Nabi Muhammad dipanggil Allah.

“Mengenal Rasulullah mendorong kita untuk lebih yakin dan membiasakan diri secara istiqomah mengerjakan sunnahnya. Mari yang masih mampu puasa sunnah, shalat sunnah, dan lain sebagainya untuk lebih ditingkatkan lagi. Sangat indah sunnah rasul untuk dikerjakan,” tuturnya.

 

 

 

 

 

Hidup Berorientasi Akhirat

Hidup Berorientasi Akhirat

MASJIDANNUUR| Dunia hanya tempat untuk mampir menuju akhirat yang kekal. Maka merugi bagi manusia yang tidak menyiapkan dirinya untuk kehidupan di akhirat. Akhirat harus menjadi orientsi hidup umat Islam, dengan tidak mengabaikan kehidupan di dunia.

Pengajian pekanan pada Ahad, 28 Januari 2018 disampaikan oleh Ustadz H Masadi Sulthani mengupas seputar orientasi kehidupan di dunia.

Banyak nikmat Allah yang diberikan Allah, ada nikmat yang paling tinggi nilainya dan derajatnya, yatu nikmat iman, islam dan ihsan. Kenapa tiga nikmat ini berharga yang tidak bisa dihargai dengan materi di dunia, karena nikmat itu yang akan kita bawa mati sebagai amal kebajikan kita. “Tiga nikmat ini harus kita jaga selama hidup di dunia,” tuturnya.

Dalam paparannya, Ustadz Masadi menjelaskan Surah al-Isra’ ayat 18-19 tentang ada dua kelompok manusia yang hanya ingin meminta kesengan dunia saja, ada juga yang meminta keduanya, dunia dan akhirat.

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”

Jadi ada kehidupan dunia dan akhirat, ada yang ingin senang di dunia saja, maka Allah akan berikan, tapi ada yang orientasinya untuk kehidupan akhirat dengan cara memaksimalkan hidup di dunia untuk akhirat.

“Islam tidak mengharapkan kehidupan di dunia, dunia tidak boleh memukau sehingga lupa akhirat. Silahkan mencari kehidupan dunia tapi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.

Ustadz Masadi juga menjelaskan, barangsiapa yang akhirat menjadi orientasinya, maka Allah akan memberikan kepadanya tiga hal. Pertama, Allah akan menjadikan kekayaannya ada di dalam hatinya. Kedua, Allah akan menghimpunkan sesuatu yang terserak untuk dia. Ketiga, Allah akan menjadikan dunia datang kepadanya dengan terpaksa. Ketiga hal ini dari hadis muttafaqun alaih.

“Mari dalam hidup ini orientasinya untuk akhirat, dunia akan datang sendiri jika kita berorientasi pada akhirat,” jelasnya.

Sementara itu, bila orientasinya dunia saja tanpa memikirkan akhirat, maka Allah akan berikan padanya tiga hal. Pertama, Allah akan menjadikan kefakiran dan tidak pernah puas dengan dunia. Kedua, Allah akan ceraiberaikan kesatuannya. Ketiga, dunia tidak akan ia dapatkan kecuali atas ketetapan Allah.

Untuk itu, menurut Ustadz Masadi ada beberapa hal agar kehidupan di dunia ini memiliki orientasi akhirat:

  1. Beristighfar, banyak orang salah memahami. Umumnya istighfar dilakukan setelah melakukan dosa. Padahal kita butuhkan setiap saat. Jadi jangan bersalah dulu baru istighfar.
  2. Memperkuat iman. Dengan cara menghadiri majelis taklim, membaca quran, membaca buku-buku keislaman agar wawasan tentang Islam lebih baik.
  3. Melaknsakan perkara yang wajib dan sunnah, meninggalkan yang haram dan makruh.
  4. Memperbanyak mengingat kematian, dengan cara memotivasi diri untuk berbuat amal sholeh.
  5. Memperbanyak dzikir dan doa.

 

 

 

Golden Time

Golden Time

Oleh: Ustadz Emil Azman Sulthani

Time is money, waktu adalah uang, begitu kata orang Barat. Bisa merugi tidak mendapatkan uang gara-gara menyia-nyiakan waktu. Waktu seperti pisau atau pedang yang sangat tajam,  itulah salah satu nasihat Ali bin Abi Thalib. Bisa menjadi pisau dan pedang yang akan melukai diri kita sendiri, apabila tidak mempergunakan waktu secara baik dan tepat. Demikian urgensinya waktu dalam kehidupan umat manusia. Karena pentingnya masalah waktu ini, sehingga Allah SWT sering bersumpah dalam Al Quran dengan mempergunakan kata-kata waktu. Misalnya “Demi masa” (QS Al ‘Ashr (103): 1. “Demi waktu dhuha” (QS Adh Dhuhaa(93): 1, “Demi waktu malam” (QS Al Lail(92): 1, dan “Demi waktu fajar” (QS Al Fajr(89): 1.

Di antara waktu yang mendapatkan perhatian dalam Al Quran dan As Sunnah adalah waktu “sahur”. Sesuai firman Allah dalam QS Ali ‘Imran(3): 17, “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menginfaqkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur”. Maksudnya adalah orang-orang yang memiliki kebiasaan atau berperilaku seperti inilah, orang-orang yang akan mendapatkan keselamatan dan kesuksesan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Salah satunya dengan selalu beristighfar di waktu sahur.

Mereka itulah orang-orang yang mempunyai kesadaran tauhid yang tinggi kepada Allah, kesadaran yang menempatkannya merendahkan diri (‘abdun) dan selalu merasa banyak dosa di hadapan Allah.  Dengan beristighfar ini mereka ingin membersihkan hati, pikiran dan perilakunya dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Apalagi dilakukannya pada waktu sahur, suatu waktu yang tidak banyak  orang yang mampu bermunajat dan beristighfar kepada Allah. Dalam sebuah hadits Qudsi digambarkan bahwa pada waktu sahur itu Allah dengan para MalaikatNya turun ke langit dunia sambil berfirman, “Adakah di antara hambaKu  yang memohon pertolongan, pasti akan Kuberikan pertolongan kepadanya”. Inilah kelebihan waktu sahur atau sepertiga malam menjelang subuh ini.

Salah satu amaliyah di bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW (sunnah Muakkadah) adalah makan pada waktu sahur “Makan sahurlah kamu sekalian, karena di dalamnya terdapat keberkahan” (HR Bukhari dan Muslim). Ini juga berlaku apabila kita melaksanakan puasa-puasa sunnah lainnya yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW. Makna keberkahan ini bukan hanya terbatas semata-mata pada makan dan minum sahurnya, tetapi juga pada aktivitas ibadah lainnya yang dilakukan pada waktu sahur itu, seperti shalat tahajud, bermunajat kepada Allah serta membaca Al Quran.

Jika bangun pada waktu sahur ini dilakukan secara rutin dan terus menerus, maka akan menjadi suatu kebiasaan sekaligus kebutuhan bagi orang-orang yang beriman. Waktu sahur adalah waktu emas (golden time) yang sangat berharga dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin karena di dalamnya terdapat berbagai macam keberuntungan, keindahan dan kenikmatan. Orang akan khusyu’ pula dalam beribadah kepada Allah, bermunajat kepada Allah dan berdzikir kepada Allah SWT.  Oleh karena itu mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu sahur yang sangat berharga ini.

Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan hidup kepada kita semua. Bermohon dan berdoa kita kepada Allah SWT supaya kita orang-orang yang beriman dan bertaqwa ini secara cerdas dan bersemangat spiritual untuk dapat memanfaatkan waktu sahur yang sangat berharga dan mulia ini dengan tujuan meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaan kita di sisi Allah SWT. Serta diberikan pula kesadaran, hidayah dan taufik dalam menyikapi momen emasnya waktu sahur ini. Karena dengan hanya kebaikan kedua kehidupan dunia dan akhirat inilah kita kaum Muslimin dapat menghadap kepada Allah dengan sempurna kelak di kemudian hari.  Dengan tetap berdoa, “…. Ya  Tuhan kami janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)” (QS Ali ‘Imran(3): 8). Aamiin yaa mujiibas saailiin. Selamat mengerjakan ibadah di waktu sahur. Wallaahu a‘lam bishshawaab.

 

MUI Papua: Menara Masjid Al Aqsha Tidak Dibongkar

MUI Papua: Menara Masjid Al Aqsha Tidak Dibongkar

MASJIDANNUUR| Jayapura–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua menegaskan tidak akan membongkar menara Masjid Al Aqsha, Jayapura yang kini masih dalam pengerjaan.

Ketua MUI Papua Saiful Islam menegaskan: “Menara tidak akan kita turunkan. Kita tetap akan melanjutkan pembangunan,” Saiful mengatakan MUI Papua sudah melakukan musyawarah dengan Bupati Jayapura, Persekutuan Gereja-gereja Papua di Kabupaten Jayapura (PGGJ), Kementerian Agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Hasilnya, ujar Saiful, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw membentuk tim untuk menyelesaikan polemik ini dan menyerahkan persoalan ini kepada pihak masjid.

“Kita juga menolak larangan pengeras suara dalam azan karena ini bentuk intoleransi,” kata Saiful seperti dilansir <em>Anadolu</em> Selasa (20/3).

Dijelaskannya, MUI berkomitmen mengajak hubungan toleransi antara umat beragama di Papua. “MUI sudah berkomitmen tanah Papua adalah tanah damai dan tidak boleh ada konflik,” jelas Saiful.

Sebelumnya, PGGJ melarang tinggi menara masjid dan rumah ibadah agama lain melebihi gereja. PGGJ juga mengeluarkan tuntutan kepada umat Muslim agar tidak mengarahkan pengeras suara keluar saat azan. Selain itu, PGGJ melarang siswi di sekolah negeri menggunakan busana bernuansa agama tertentu dan pendirian mushola di ruang fasilitas publik.

Merespons hal tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan musyawarah. “Selesaikan dengan musyawarah. Kami mendukung penuh langkah-langkah pemuka agama, tokoh masyarakat, dan Pemda yang akan melakukan musyawarah antar mereka,” kata Menteri Lukman di Jakarta. [Fath]

Sumber: MUI.or.id

Almuzzammil Yusuf: Aparat harus Menguak Jaringan Penganiyaan Ulama

Almuzzammil Yusuf: Aparat harus Menguak Jaringan Penganiyaan Ulama

Jakarta, –Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf meminta aparat segera menguak jaringan pelaku penganiayaan para ustadz dan ulama di Jawa Barat.

Muzzammil secara tegas mendesak aparat sesegera mungkin mengungkap jaringan pelaku sehingga motif pelaku pengeroyokan para ulama di Jabar yang terjadi berturut dapat segera diketahui. Apakah benar pelaku memiliki gangguan kejiwaan atau memiliki motif lainnnya.

“Kita apresiasi penangkapan pelaku tetapi ungkap apa benar pelaku gila? Jangan sampai jadi modus di daerah lain. Pengeroyokan ustadz dan ulama di wilayah Jawa Barat sudah meresahkan masyarakat terutama para pemuka agama Islam,” ujar Muzzammil di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Jika aparat lamban dalam mengungkap tabir dari peristiwa pengeroyokan ulama ini, ujar Muzzammil, bukan tidak mungkin korban akan terus bertambah. Ia mengingatkan aparat terkait peristiwa beberapa waktu silam seperti dukun santet dan kasus kolor ijo. “Jika kembali jatuh korban akan memberikan reputasi buruk atas kinerja aparat keamanan,” papar dia di portal PKS.

Politisi PKS asal Lampung ini menilai selama ini kepolisian sangat responsif dengan kasus terorisme dan cepat mengungkap jaringannya. Teranyar, polisi berhasil mengungkap kasus terorisme di Temanggung, Jawa Tengah dengan sangat cepat. Muzzammil yakin, jika aparat serius, maka teror terhadap para ustadz dan ulama juga bisa diungkap dengan cepat.

“Jika jaringan dan motifnya cepat diungkap maka mereka tidak akan memperluas wilayah anarkismenya. Terlebih situasi pilkada yang harus dijaga agar kondusif secara keamanan,” ujar Muzzammil menegaskan.

PKS, tutur Muzzammil, merasakan dukacita mendalam atas wafatnya Ustadz R. Prawoto akibat aksi penyerangan, serta merasa prihatin atas terlukanya KH Emon Ujar Basr dalam kejadian penyerangan lainnya di Jawa Barat. [fathur]

Pimpinan Buntet: TGB Layak jadi Pemimpin Nasional

Pimpinan Buntet: TGB Layak jadi Pemimpin Nasional

Cirebon,–Dalam safari dakwahnya di Cirebon, Tuan Guru Haji Dr Zainul Majdi MA atau yang kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) singgah di Pesantren Buntet.

Pimpinan Pesantren Buntet, KH Adib Rofiuddin mengungkapkan, Gubernur NTB itu layak menjadi salah satu pemimpin nasional di masa yang akan datang.

“Beliau dalam akhlak sudah luar biasa. Jadi menurut saya beliau layak menjadi pemimpin nasional,” kata Kiai Adib, Jumat (2/2/2018).

Kiai Adib juga mengaku bersyukur karena kedatangan TGB di Buntet dapat memberikan motivasi bagi santri untuk lebih giat lagi belajar.

“Alhamdulillah Tuan Guru Bajang bisa bersilaturrahim ke Buntet, paling tidak kita sesama dari pesantren yah. Bersama santri dan alumni-alumni Al Azhar bisa menyatu, berkumpul, memperkuat ukhuwah, dan banyak sekali hikmahnya kita bertemu beliau di sini,” katanya.

Kiai Adib merupakan kakak dari kawan seangkatan TGB di Al Azhar Mesir, Ustadz Naim. TGB merasa bersyukur bisa bertemu sahabatnya dan berkumpul di kediaman Kiai Adib

“Saya merasa bersyukur bisa bertemu sahabat-sahabat di sini,” katanya kepada Forum Jurnalis Muslim (Forjim).

Selama di kediaman Kiai Adib, TGB berbincang dengan para alumni Al Azhar tentang kenangan mereka sewaktu di Mesir.

“Saya ingat beliau jago main bola,” tunjuk TGB kepada salah satu kawan lamanya yang ikut hadir.

Selain membicarakan mengenai perihal masa-masa kuliah, mereka juga membahas berbagai hal mengenai keumatan. [fathur]

Mufti Perlis Safari Dakwah di Indonesia

Mufti Perlis Safari Dakwah di Indonesia

Jakarta— Sejak dulu hubungan Indonesia-Malaysia sangat kuat. Selain karena masih satu rumpun Melayu, masyarakat Indonesia dengan Malaysia diikat dengan Islam yang dipeluk oleh mayoritas warga kedua negara.

Berbeda dengan Indonesia yang tidak memiliki mufti, Malaysia terdiri dari beberapa negara bagian dan masing-masing negara bagian memiliki Mufti sendiri. Istilah mufti sendiri merujuk kepada ulama yang memiliki otoritas memberi fatwa keagamaan, tempat bertanya umat soal-soal keagamaan dengan dimensi yang luas. Di sejumlah negara termasuk Malaysia, posisi Mufti menjadi bagian dari pejabat pemerintah resmi urusan fatwa atau agama. Fatwanya mengikat dalam kehidupan sosial dan yuridiksi hukum Pengadilan.

Saat ini Mufti negara bagian Perlis, dijabat oleh Dr. Mohd Asri Zainul Abidin atau yang dikenal dengan nama Dr. Maza. Sosok ulama muda ini sering dituduh sebagai Wahabi. Terlepas dari tuduhan itu semua, Dr Maza termasuk salah satu tokoh Islam terkemuka yang ada di Malaysia. Dalam beberapa hari kedepan ia akan melakukan safari dakwah di Indonesia.

Ada yang menarik dari alasan kenapa Dr Maza tertarik untuk melakukan kunjungan safari dakwah ke Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena nama besar Buya Hamka. “Diantara tokoh pembaharu di tanah melayu, maka Buya Hamka memiliki dampak paling besar terhadap perubahan umat,” katanya di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Dia mengaku pertama kali mengenal Buya Hamka setelah membeli kaset ceramahnya yang berjudul Bersyukur.

Ketua perkumpulan sahabat dakwah internasional Ustaz Al Bukhori Al Wahid menyatakan Dr. Maza sangat mengagumi sosok buya Hamka sebagai tokoh tajdid (pembaharu).

” Insya Allah Dr. Maza direncanakan akan ceramah usai salat Jumat di Masjid Al Azhar dengan judul Buya Hamka, Ibrah dan Teladan Tokoh Pembangun Ummah,” katanya.

Dr Maza tercatat sebagai Mufti termuda dalam sejarah Malaysia. Saat ini lelaki kelahiran 1971 ini menjadi tokoh agama paling berpengaruh dengan gerakan reformasi pemikiran “Minda Tajdid” untuk membebaskan umat dari kejumudan, taqlid buta dan fanatisme sempit. [fathur]

Suara Dunia Usai Trump Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel

Suara Dunia Usai Trump Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel

MASJIDANNUUR| Ungkapan “Amerika adalah Israel besar dan Israel adalah Amerika kecil” terus terbukti. Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengumuman itu disampaikannya lewat sebuah pidato di Gedung Putih.

“Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017).

“Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya mengantarkan,” imbuhnya.

Trump menyebut keputusannya sebagai langkah yang sudah lama terlambat untuk memajukan proses perdamaian.

Lalu bagaiman reaksi dunia atas pengumuman Trump ini?

Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak pengumamn Trump. Abbas menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota abadi Palestina

Sementara kelompok Islam Palestina Hamas mendesak orang-orang Arab dan Muslim untuk ‘melemahkan’ pengaruh AS di wilayah tersebut, menjauhi Israel

Iran
Media pemerintan Iran mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri melaporkan Teheran “secara serius mengutuk” keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalemdan menganggap hal itu melanggar resolusi internasional.

PBB
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan tidak ada alternatif lain selain solusi dua negara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

“Saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina untuk kembali ke perundingan yang berarti,” kata Guterres.

Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyesali keputusan sepihak Trump dan Prancis tidak mendukungnya.

Lebanon
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan keputusan Trump mengancam proses perdamaian dan stabilitas wilayah tersebut

Turki
“Pak Trump, Yerusalem adalah garis merah untuk muslim. Ini adalah pelanggaran hukum internasional untuk mengambil keputusan mendukung Israel sementara luka masyarakat Palestina masih mengeluarkan darah,” kata Presiden Erdogan.

“…ini bisa berujung pada pemutusan hubungan antara Turki dengan Israel. Saya memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengambil langkah yang akan memperdalam masalah di kawasan,” tegasnya.

Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.” [NK]

Sumber: suara-islam.com

Empat Rahasia Amalan Waktu Shubuh

Empat Rahasia Amalan Waktu Shubuh

MASJIDANNUUR| Waktu subuh adalah waktu yang istimewa, karna disana banyak terdapat rahasia amalan yang biasa Rasulullah SAW lakukan. Berikut beberapa rahasia di waktu subuh menurut Syekh Ali Jaber.

1.Salat Subuh Berjamaah Seperti Salat Malam Sepanjang Malam

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang shahih.“…Barang siapa yang melakukan salat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat malam sepanjang waktu malam itu”. (HR. Muslim dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

Ternyata pahala yang begitu besar bisa kita dapatkan dari ikut salat subuh berjamaah di masjid yaitu seperti salat malam sepanjang malam. Apakah diantara kita ada yang mampu untuk melaksanakan salat sepanjang malam?. Saya yakin sangat berat sekali untuk bisa mengerjakannya, tapi dengan salat subuh berjamaah Insha Allah pahalanya sama seperti salat malam sepanjang malam.

  1. Ketika Adzan Subuh Berkumandang

Ketika mendengar adzan pada saat hendak salat subuh banyak yang tidak mengetahui sehingga tidak mengikuti saat muadzin mengumandangkan adzan. Padahal ada sebuah hadits yang menjaminkan kita diampunkan dari semua dosa sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim khususnya saat muadzin sedang mengucapkan Ashadualla Ilahailallah  Ashadu anna Muhammad Rasulullah  kita menjawab: “Wa anna ashadualla ilahailallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, radhitu billahi rabba wabil muhammadin nabiyya wabil islamidina. Diampuni Allah dosa yang telah lalu” (Hadist Riwayat Muslim).

  1. Ketika Selesai Adzan Subuh

Ketika selesai adzan jangan lupa kita salawat dulu kepada Nabi Muhammad SAW baru baca doa sesudah adzan. Banyak diantara kita yang langsung membaca doa sesudah adzan. Padahal diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwasanya Rasulullah menyuruh kepada kita bersalawat kepadanya kemudian baru membaca doa sesudah adzan, kita dijamin akan mendapat syafaat Rasulullah SAW di akhirat kelak

  1. Sedekah Subuh

“Bersedekah pada saat subuh didoakan malaikat. Doa malaikat: Ya Allah berikanlah pengganti yiang berkah pada hambamu yang berinfak” (Hadits Riwayat Bukhari).

Biasakan bersedekah pada saat subuh walaupun itu cuman seribu, dua ribu atau lima ribu tapi lakukan dengan rutin karena disitu dapat doa malaikat, bukan hanya saja doa malaikat tetapi doa Nabi Muhammad SW. Bukan hanya menjadi sebuah kebiasaan tetapi dihayati, disitulah akan terasa perubahan yang luar biasa baik dari segi rizki, dari segi ketenangan, dari segi pikiran, bahkan dari segi ibadah.

 

 

Memperbaiki Kualitas Iman

Memperbaiki Kualitas Iman

MASIDANNUUR| Allah telah memberikan banyak kesempatan kepada manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ada yang diwajibkan, ada yang disunnahkan semua itu untuk memperbaiki kualitas keimanan seseorang.

Pengajian pekanan yang diselenggarakan Masjid An-Nuur disampaikan oleh Ustadz Tengku Zulkarnaen pada Ahad, 9 Shafar 1439/ 29 September 2017 dengan mengambil tema memperbaiki kualitas iman.

Menurut Ustadz Tengku, hidup di dunia tidak lama, 60 tahun lebih dari itu adalah bonus dari Allah. Bonus itu seharusnya digunakan dengan sebaik-baiknya agar nanti ketika mati dalam kondisi husnul khatimah.

Malaikat pencatat amal terus mencatat setiap amalan yang kita lakukan setiap saat. Bagi seorang mukmin berusia lanjut maka Allah akan lihat amal kebaikannya. “Makanya kasihan jika melihat yang sudah tua tapi tidak bertaubat untuk memperbaiki amalnya,” tuturnya.

Allah benar-benar sayang pada hambanya, hal ini terlihat dari ketika manusia berbuat satu dosa itu satu imbalannya, tapi berbuat satu kebaikan maka sepuluh lipat pahalanya. Sedangkan bagi yang bersedekah maka 700 lipat pahala. “Karena Allah tahu manusia sifat dasarnya pelit,” katanya.

Allah Maha Adil, adil itu bukan sama rata dan sama rasa. Dalam Islam adil itu tidak harus sama. Tapi serasi dan seimbang. Memembuat kopi dengan prinsip sama rata sama rasa maka airnya segelas, kopi segelas, dan gula segelas. Maka rasanya tidak akan enak. Jadi harus serasi dan seimbang air segelas, kopi satu sendok, dan gula dua sendok.

Allah selain kasih sayang kepada kita, tapi juga memiliki adzab yang sangat pedih. Malaikat saja takut dengan adzab Allah. Makanya makhluk di dunia yang paling berani dengan Allah itu adalah jin dan manusia.  “Semoga kita terhindar dari amal keburukan dan selalu istiqomah dengn amal kebaikan,” ujarnya. []

 

 

 

 

Page 1 of 512345