Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Hijrah yang Meniscayakan

Hijrah yang Meniscayakan

H. Emil Azman Sulthani (Seksi Peribadatan Masjid An-Nuur)

Bulan Al Muharam tahun 1439 H telah datang kembali mengunjungi kita, berarti tahun qamariyah atau hijrah 1438 H telah meninggalkan kita. Setahun umur kita telah berkurang dan panggilan hayat kita semakin dekat menuju haribaan Allah SWT. Pada momen tahun baru Islam ini, sebagai seorang Mukminin dan Muslimin ada baiknya kita merenung sejenak tentang arti hijrah yang hakiki, yang biasanya dikaitkan dengan peringatan tahun baru hijriyah ini. Bagaimana kita dapat merefleksikan kembali makna hijrah yang telah diwariskan Rasulullah SAW hampir lima belas abad yang lalu itu dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan kita sehari-hari era sekarang ini.

Lalu bagaimana cara menghadirkan kembali semangat hijrah yang tepat di zaman kita kini. Tentu tidaklah terlalu sulit, hanya memang perlu kesadaran spiritual yang memadai agar hijrah yang sesungguhnya dapat dilakukan bersamaan dengan taufik Allah SWT. Taufik menjadi penting karena tanpa itu yang muncul hanya kehendak kita sendiri dan tidak bersamaan dengan kehendak Yang Maha Berkehendak. Itulah kenapa dalam setiap berdoa para ulama menganjurkan kita untuk tidak lupa memohon taufik Allah. Kisah sukses hijrah di zaman Nabi adalah contoh kongkrit dari turunnya taufik  dari Allah untuk kaum Muslimin.   

Hijrah sendiri dapat dimaknai dalam banyak terminologi. Ada hijrah badaniyah, ada hijrah ruhaniyah, ada hijrah makaniyah dan ada hijrah maknawiyah. Apapun sebutannya hijrah adalah suatu keniscayaan. Sangat mungkin hijrah dapat juga dimaknai sebagai revolusi mental. Untuk kesehatan mental dan ruhani, hijrah adalah sesuatu yang niscaya.

Hijrah badani dapat dilakukan, misalnya jika kampung tempat kita berdomisili tidak mampu lagi memberikan fasilitas kehidupan secara wajar. Umpamanya mencari nafkah sulit karena lapangan pekerjaan sangat terbatas. Ruang persaudaraan menyempit akibat pertentangan yang susah dipertemukan dan kemudahan beribadah dibatasi. Bila sebuah bangsa tidak lagi merngindahkan kudrat kemajemukan, saling memusnahkan antar sesama, maka berhijrahlah.

Sementara hijrah dalam spektrum ruhani, sifatnya lebih mendalam karena amat berpengaruh kepada perubahan tingkah laku, kekuatan mental dan kesehatan jiwa, menaklukkan hawa nafsu, menumbuhkan energi positif yang menyala-nyala dan konsisten, serta menghilangkan dan mengurangi penyakit hati. Inilah hijrah ruhani itu.

Hijrah makaniyah adalah hijrah dan pindah ke tempat yang lebih baik dan kondusif dari segi keamanan utamanya dalam beribadah. Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat waktu itu dari Makkah Al Mukarramah ke Madinah Al Munawwarah. Terbukti 17 tahun kemudian mereka datang lagi ke Makkah untuk sebuah penaklukan ruhani. Sehingga kota Makkah kembali menjadi sebuah kota yang merdeka suci dari kemusyrikan dan kemunafikan.

Sedangkan secara maknawiyah para pakar ulama tauhid mengatakan bahwa hijrah adalah berubah dan berpindahnya fisik dan mental suatu kaum dari sesuatu yang buruk kepada yang baik. Semangat hijrah inilah yang harus terus dikembangkan oleh kita sebagi seorang Mukminin dan Muslimin. Dan konteks ini sangat cocok sekali dalam perubahan dunia yang begitu cepat ke arah yang tidak menentu yang penuh dengan materialistik dan hedonis.

Semogalah pergantian tahun baru hijriyah 1438 H ke 1439 H haruslah dimaknai dan disikapi dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas iman, hijrah dan jihad. Karena dengan hanya tiga pilar inilah kita dapat memperbaiki keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jika kesemua pengertian hijrah ini dapat kita lakukan, maka sangat beruntunglah kita sebagai bangsa dengan penduduk Muslim yang terbanyak di dunia ini. Dan mudah-mudahan dapat dicontoh oleh bangsa dan negara lainnya.

Bermohon dan berdoa kita kepada Allah SWT supaya seluruh rakyat dan bangsa Indonesia diberikan kesadaran, hidayah dan taufik dalam melaksanakan hijrah yang sebenar-benarnya hijrah. dan diberi kekuatan untuk mempraktikkannya nanti dalam perspektif kehidupan kesehariannya, serta menjadi contoh dan teladan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang bahagia di dunia dan di akhirat, seperti doa yang selalu kita semua membacanya. “Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Aamiin yaa mujiibas saailiin. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1439 H mudah-mudahan Allah SWT selalu meridhai segala usaha dan upaya hijrah yang kita lakukan. Wallaahu a‘lam bishshawaab. []

 

 

 

Tinggalkan Balasan


ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID