Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Haji Fondasi Bangun Negara dan Bangsa

Haji Fondasi Bangun Negara dan Bangsa

Oleh: H. Emil Azman Sulthani (Bidang Peribadatan Masjid An-Nuur)

Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laasyariikalaka labbaik, innal hamda wanni’mata laka walmulk, laasyariikalaka labbaik, ….”, demikian suara gemuruh talbiyah yang didengungkan oleh para jamaah haji dari berbagai bangsa dan penjuru dunia yang berdatangan ke Tanah Suci Makkah Al Mukarramah untuk menunaikan ibadah haji.

Kalau kita renungi lebih dalam lagi, peristiwa haji ini dapat menjadi momentum untuk mengambil hikmah dan pelajaran serta perjuangan nabi Ibrahim AS dan keluarganya dalam upaya membangun fondasi peradaban berbangsa dan bernegara secara universal di alam jagad raya ini.   

Setidaknya ada lima fondasi utama yang dicontohkan oleh nabi Allah Ibrahim AS dalam upaya membangun bangsa dan negara menuju bangsa dan negara yang bermartabat sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran “baldatun thayyibatun warabbun ghafuur”.

Pertama adalah fondasi akidah. Nabi Ibrahim AS adalah seorang khalilullaah (kekasih Allah) yang memiliki akidah tauhid yang kuat, meski dibakar di atas bara api dan kepatuhannya atas perintah berkhitan oleh Allah SWT di kala dewasa, lalu kerelaannya untuk menyembelih putranya nabi Ismail AS, serta kerelaannya berlepas diri dari siapapun dari kemusyrikan, termasuk orang tuanya yang tidak mau bertauhid kepada Allah SWT, yang diabadikan Allah dalam QS Al Mumtahanah(60): 4.  Fondasi tauhid inilah modal dasar yang sesungguhnya dalam bernegara dan berbangsa yang bermartabat yang menandai kiprah suatu bangsa dan negara.

Kedua adalah fondasi akhlakul karimah. Pelaksanaan ibadah haji adalah momen ibadah yang suci. Setiap umat Islam yang diberikan kemuliaan untuk memenuhi panggilan Allah ke rumahNya harus menjaga perilaku dan etika antar sesama jemaah haji. Hal ini ditegaskan Allah dalam QS Al Baqarah(2): 197. Akhlak yang mulia inilah sebagai pengejawantahan yang hakiki dari modal akidah kepada Allah SWT, bagi suatu bangsa dan negara yang beradab.

Ketiga, fondasi ilmu pengetahuan. Ini tercermin dalam pelaksanaan manasik haji yang baik dan benar. Barang siapa yang mengharapkan kebahagiaan di dunia dan akhirat harus memiliki ilmu dan pengetahuan untuk kedua hal ini. Tingginya ilmu pengetahuan seseorang, suatu bangsa dan negara bukan karena gelarnya, tetapi bagaimana ilmu dan pengetahuan tersebut bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Dalam HR Ad Dailami, nabi Sulaiman AS memilih ilmu dari pada harta benda dan kerajaan dan akhirnya beliau diberi ilmu harta benda dan kerajaan.

Keempat  fondasi ukhuwah dan kebersamaan. Pelaksanaan ibadah haji adalah gambaran persatuan umat Islam seluruh dunia. Jamaah haji saling mengenal, bertegur sapa, mendoakan tanpa membedakan ras, suku bangsa, pangkat dan derajat, semuanya sama di mata Allah SWT. Semangat ukhuwah ini jika  diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya menjadikan suatu bangsa dan negara akan berwibawa di mata bangsa dan negara lainnya. Seperti ditegaskan Allah dalam QS Al Hujurat(49): 10.

Kelima fondasi penguatan ekonomi keumatan. Ketika nabi Ibrahim AS meninggalkan nabi Ismail AS dan ibunya Siti Hajar di lembah Bakkah yang berupa padang tandus yang tidak ada apa-apanya, beliau berdoa mengangkat tangan kepada Allah, supaya mereka diberikan kemudahan rezeki yang baik dan halal (QS Ibrahim(14): 37). Ternyata doa ini dikabulkan Allah SWT sampai sekarang yang dapat dinikmati oleh seluruh jamaah haji sedunia. Bagaimana fasilitas berhaji yang semakin nikmat, kemudahan ibadah yang semakin terasa, dan berlimpahnya segala macam buah-buahan dan makanan walaupun kota Makkah bukan suatu daerah yang subur. Berputarnya ekonomi keumatan yang dapat dinikmati oleh seluruh manusia di muka bumi ini, baik yang berhaji maupun tidak.

Jika kelima fondasi ini dapat dipraktikkan oleh seluruh jamaah haji khususnya jamaah haji Indonesia, bukan saja haji yang mabrur yang akan didapatkan, melainkan akan berefek pula kepada pembangunan karakter bangsa dan negara Indonesia, yang akhir-akhir ini semakin jauh dari tujuan negara baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Semogalah seluruh jamaah haji Indonesia setelah pulang ke tanah air nanti, menjadi contoh dan pelopor dalam pembangunan fondasi bangsa dan negara Indonesia sesuai dengan yang kita cita-citakan bersama, negara dan bangsa yang dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT.

Bermohon dan berdoa kita kepada Allah SWT supaya seluruh jamaah haji Indonesia diberikan keselamatan pergi dan pulang dengan mendapat predikat haji mabrur dan diberi kekuatan untuk mempraktikkannya nanti setelah kepulangan mereka di tanah air tentang hikmah haji yang didapatkan, serta menjadi contoh dan teladan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang bahagia di dunia dan di akhirat, seperti doa yang selalu kita semua membacanya. “Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Aamiin yaa mujiibas saailiin. Wallaahu a‘lam bishshawaab. [NK]

 

 

 

Tinggalkan Balasan


ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID