Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat

Ancaman Allah Terhadap Muamalah Riba

Ancaman Allah Terhadap Muamalah Riba

ANNUUR| Salah satu amal perbuatan yang akan menjerumuskan manusia ke neraka adalah praktik riba. Praktik riba dalam kehidupan umat Islam sudah sangat massif, bahkan terkadang tanpa terasa kita telah menjalankan praktik riba dalam bermuamalah.

Pengajian pekanan setelah Maghrib disampaikan oleh setelah Maghrib disampaikan oleh Ustadz Sofwan Jauhari dengan mengambil tema ‘Menghindari muamalah yang mengandung riba’.

Menurut Ustadz, Rasulullah telah memberikan peringatan kepada umat Islam tentang bahaya riba. Bahkan Rasulullah telah menejlaskan akan datang suatu masa dimana manusia tidak peduli lagi dengan harta dari jalan haram atau halal.

Ketika manusia sudah tidak mempedulikan lagi praktik halal haram dalam bermuamalah, maka Allah jaminkan neraka di akhirat kelak. Karena neraka jaminannya, karena itu wajib bagi kita mempelajari soal muamalah agar kita tidak terkena ancamanan masuk neraka dari harta haram.

Seperti dijelaskan dalam Surat Al-Baqoroh 275-279 digambarkan bagaimana bahaya dari riba. “Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” 

Jelas sekali, ada ancaman-ancaman yang datang dari Allah bila manusia mengonsumsi riba, yaitu Allah ancam tidak bisa berdiri melainkan seperti orang yang kesurupan, berdirinya sempoyongan. Allah ancam dengan memusnahkan hartanya, “Kita sudah pontang panting siang malam mencari rejeki ternyata pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan, selalu tidak cukup,” katanya.

Allah ancam dengan kekufuran, karena bertolak belakang dengan ajaran Islam, karena mengambil untung dari kegiatan sosial. Allah ancam sebagai penghuni neraka dan kekal di dalamnya, serta Allah ancam dengan peperangan terhadap pelaku riba.

Untuk itu, setiap muslim mangantisipasi praktik riba ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang-orang sekitarnya.

Masyarakat masih banyak yang belum bisa membedakan antara transaksi sosial maupun komersial. Kita sedekah yang kita harapakan adalah pahala, jadi mengeluarkan harta kepada orang yang kita harapkan adalah pahala. “Secara matematika rugi dalam hitungan dunia. Memberi tanpa mengharap menerima, hutang piutang juga seperti itu. Ketika hutang piutang dikenakan untung maka haram,” ujarnya.

Islam telah memberikan solusi yang jelas soal riba ini. Di mana dalam Islam, wilayah halal lebih banyak daripada yang haram. Karena hukum dasar muamalah adalah halal dan boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Beda dengan ibadah, hukum asalnya adalah haram kecuali ada dalil yang memerintahkannya. “Jadi wilayah halal dalam muamalah lebih banyak daripada yang haram,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan


ALAMAT

Masjid An-Nuur Perumahan Permata Timur Curug Kalimalang Jakarta Timur 13450
Phone: (021) 86900849
Fax: (021) 86900877
Website: http://masjidannuur.com
Email: masjidannuur212@gmail.com

LOKASI MASJID